Pekerja pabrik Semen SPCI Maruni, didata ulang petugas karena diduga melanggar ijin kerja di pabrik tersebut, awal Mei 2015| CAHAYA PAPUA | Muhammad Rizaldy

Pekerja Pabrik Semen SPIC Manokwari Tewas di Dalam Mesin Pengaduk Campuran

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Kecelakaan kerja menimpa pekerja pabrik semen SDIC Papua Cement Indonesia (SPCI), Ecep Saipudin, 41 tahun, di kampung Maruni, Kelurahan Manokwari Selatan, Manokwari, Papua Barat, Sabtu pagi, 10 Oktober 2015. Ecep tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan kerja terjadi saat Ecep sedang membersihkan sisa-sisa material semen yang menempel didalam mesin pengaduk campuran semen berukuran besar yang tiba-tiba aktif.

Asep ditemukan dalam kondisi duduk seperti berlutut, dipenuhi sisa-sisa adukan campuran, diduga beberapa tulangnya patah.

Rekan-rekan korban, yang sedang bekerja di sekitar mesin tersebut menemukan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi setempat.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Manokwari Ajun Komisaris Polisi Hengky K Abadi mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dalam peristiwa tersebut.

Ia menerangkan bahwa mesin tersebut masih dalam kondisi aktif ketika Ecep berada didalam sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika mesin tiba-tiba aktif dan berputar dengan cepat.

Korban telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Kabupaten Manokwari, berjarak sekitar 10 kilo meter dari lokasi kejadian, untuk diotopsi.

“Kami sudah evakuasi korban dan mengamankan beberapa barang bukti seperti mesin pengaduk semen, serta memeriksa saksi-saksi dalam insiden tersebut,” jelas Hengky.

Pabrik semen SPCI baru-baru ini secara resmi memulai tahap awal pemasangan alat pembakaran bahan mentah pengolahan semen. Pemasangan alat ini merupakan bagian dari jalur lini produksi yang direncanakan dapat memproduksi 32 ribu ton semen per sehari.

Kepala Bidang Administrasi PT SDIC Papua Cement Indonesia Huang Wen Qing mengatakan, perusahaan telah menginvestasikan hampir Rp. 1300 miliar dalam tahap konstruksi. |ADITH SETYAWAN

Tinggalkan Balasan