Kantor DPR Papua Barat. SuluhPapua

Pelantikan Anggota DPR PB Jalur Otsus Berlangsung Kondusif Ditengah Sorotan

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Jalannya pelantikan 11 anggota DPR Papua Barat lewat mekanisme jalur pengangkatan kursi Otsus, Rabu (21/1/2015), melalui sidang paripurna DPR PB berlangsung kondusif, meski sebelumnya ada penolakan dari sekelompok masyarakat.

11  anggota DPR yang dilantik yakni Mauridz Saiba, Daniel Rumbrawar, Barnabas Mandacan, Abraham Goram Gaman, Yonadap Trogeya, Frida Tabita Kelasin, Dominggus SAni, Albert Kareth, Sahaji Rafideso, Yan Anton Yoteni dan Fredik Iba.

Setelah pelantikan, dilakukan menandatangani fakta integritas. Isinya di antaranya, 11 anggota DPR yang baru dilantik harus berperan aktif menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, menyadari sepenuhnya sebagai anggota DPR PB melalui jalur Otsu.

Selanjutnya, harus searah dengan kebijakan gubernur tanpa melibatkan kepentingan politik, bersama anggota DPR PB lainnya aktif melaksanakan keberpihakan kepada Orang Asli Papua (OAP) dalam penetapan ABPD, Perdasus dan Perdasi, memperhatikan dan menerima aspirasi masyarakat serta mencari solusi tindak lanjut.

Berperan aktif mencegah korupsi, transparansi jujur dan akuntabel dan siap menerima sanksi bila melanggar aturan sesuai undang-undang yang berlaku.

Gubernur Papua  Barat Abraham O Atururi dalam sambutnnya menyampaikan, pelantikan 11 kursi yang diusulkan melalui masyarakat adat tidak dapat dipungkiri, dari 11 orang belum bisa mewakili seluruh masyarakat adat Papua Barat.

Kendati demikian, diharapkan 11 orang ini bisa menampung aspirasi seluruh masyarakat Papua Barat dan menjalankan tugas dan fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran sebagaimana mestinya.

Sementara Ketua DPR PB yang diwakili J. Ajumame menyampaikan, pelantikan ini adalah sejarah atas amanat Undang-Undang Otsus, sehingga dilaksanakan pada 21 Januari. Ini untuk mengingatkan amanat Undang-Undang Otsus Nomor 21 tahun 2001 sebagai bentuk pengakuan orang asli Papua  di Tanah Papua.

Ditambahkan, dari 11 anggota DPR ini semuanya sudah melalui penjaringan tim seleksi MRP Papua Barat, sehingga jika ada yang tidak puas dipersilahkan tempuh  jalur hukum. “Karena negara kita adalah negara hukum,” tegasnya.

Jumame juga mengimbau kepada anggota yang baru dilantik agar sama-sama memperhatikan pemerataan pembangunan masyarakat di Papua Barat.

Dalam perjalanan proses pelantikan hingga selesai suasana di gedung DPR Papua Barat kondusif. Tidak ada aksi riak-riak, kericuhan maupun aksi protes terhadap proses pelantikan tersebut.

Bahkan usai proses pelantikan sejumlah masyarakat  dan anggota DPR yang baru dilantik larut dalam tari-tarian yang digelar oleh masyarakat pendukung. Nampak juga para anggota kepolisian dari Polres Manokwari berjaga-jaga di depan dan halaman gedung DPR PB.

Pelantikan ini selain dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Sudi Wardono, SH, M.Hum, hadir pula Wakapolda Papua Barat, Kapolres Manokwari, Dandim 1703 Manokwari, Kepala Badan Inteligen Nasional (BIN) Papua Barat, pimpinan SKPD Papua Barat dan Manokwari, tokoh masyarakat, tokoh agama. Menariknya ada pula mantan Ketua DPR PB periode 2009-2014 Yosep J. Auri  dan mantan Wakil Ketua DPR PB, DJimmy Idjie. |DINA RIANTI

Tinggalkan Balasan