Sekda Kaimana menyalami pimpinan DPRD. Diduga karena undangan panitia tak sampai, Bupati Kaimana absen dalam acara ini. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Isabela Wisang

Pelantikan Pimpinan DPRD Kaimana Molor, Bupati Absen

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com– Sidang paripurna pelantikan pimpinan DPRD Kaimana masa bakti 2014-2019 mengalami penundaan hingga 2 jam lebih lamanya. Pelantikan yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 15.30 WIT, baru berlangsung pada Pukul 17.35 WIT. Molornya jadwal pelantikan disebabkan  adanya protes warga Suku Mairasi terhadap SK Ketua DPRD.

Namun persoalan ini kemudian terselesaikan, setelah sejumlah perwakilan warga bersama petinggi TNI dan Polri duduk bersama menyepakati sejumlah point. Selain adanya protes warga, keterlambatan pelaksanaan sidang juga disebabkan belum ada kepastian Bupati Kaimana menghadiri sidang paripurna.

Bupati yang sempat ditunggu hingga kurang lebih 1 jam pasca selesainya persoalan dengan warga, belum kunjung datang hingga berakhirnya prosesi pelantikan. Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, ketidakhadiran Bupati diduga disebabkan undangan menghadiri acara pelantikan yang sudah diserahkan pihak Setwan, tidak sampai di tangannya.

Sempat terjadi kepanikan akibat tidak jelasnya informasi kehadiran Bupati dalam acara ini. Salah satu staf Setwan yang diduga ditugaskan menghantarkan surat undangan, sempat dimintai penjelasan oleh Sekwan Olivia Ansanay, yang beberapa kali bolak-balik dari Sekretariat Dewan menuju kantor bupati untuk melakukan konfirmasi.

Kegelisahan yang sama juga tergambar dari raut wajah Sekda Rita Teurupun, yang sempat mondar-mandir di Kantor Bupati dan berdiri lama di Halaman Kantor DPRD. Dipanggilnya salah staf sekretariat dewan, menguatkan dugaan bahwa undangan yang dihantarnya tidak sampai ditangan Bupati Kaimana.

Kabag Humas Julianus Mayor yang hendak dikonfirmasi terkait kepastian Bupati menghadiri acara pelantikan tidak memberikan penjelasan apa-apa. Nampak raut wajah Kabag Humas, sedikit menunjukan kemarahan dan penyesalan. Sementara didalam ruang sidang, beberapa tamu undangan tampak gelisah, menunggu kepastian acara pelantikan. Undangan bahkan menyesali dan mengaku kecewa atas peristiwa yang dinilai tak elok dimaksud.

“Kalau memang betul undangannya tidak sampai di tangan Pak Bupati, ya Pak Bupati atau juga Sekda harus ambil langkah tegas menindaki staf ataupun pihak yang sengaja menciptakan suasana kurang baik seperti ini. Wajar memang kalau Bupati tidak hadir karena tidak ada undangan, apalagi ini hajatannya institusi yang meskipun ada dalam satu payung pemerintahan. Berharap kedepan baik-baik saja untuk membawa Kaimana kearah yang lebih baik,” ucap seorang tamu.|ISABELA WISANG

 

EDITOR: JUSRIWANTO

Tinggalkan Balasan