Tim Kejaksaan Negeri Manokwari dibantu tim Reskrim Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil menciduk mantan ketua harian KONI Papua Barat, Albert Rombe (tengah), di salah satu cafe di pinggiran pantai Jalan Pangiu, Polewali Mandar, Sulbar, Selasa (23/1) malam. (Foto:istimewa )

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Tanpa perlawanan, terpidana korupsi pembangunan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, yang terletak di Susweni, Distrik Manokwari Timur, akhirnya dibekuk dalam pelariannya di sebuah kafe kaki lima di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa, (23/1) malam.

Albert dibekuk dalam keadaan memakai kasus berkerah, bercelana pendek dan menggunakan sandal, tepatnya di sebuah kafe pinggiran pantai Jalan Pangiu, Polewali  Mandar, Sulbar.

Kejaksaan Negeri Manokwari menyatakan ketika dibekuk, Albert yang dimasukkan dalam daftar pencarian orang itu sedang diapit dua wanita. Dia tidak memberikan perlawanan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Manokwari, Muslim, mengatakan, Albert merupakan terpidana korupsi yang menjadi target buruan setelah dinyatakan buron pasca keluarnya Kasasi Mahkamah Agung.

Dalam pencarian, Muslim mengatakan, Kejari beberapa kali mendapat kabar soal keberadaannya, namun seluruh informasi tersebut dinyatakan tidak valid hingga Kejari mendapat kabar terakhir pada Senin 22 Januari 2018 lalu.

Hanya dalam dua hari, tim Kejari Manokwari bersama Polda Papua Barat yang diutus ke Polewali berhasil melacak lokasi pasti keberadaan Albert dan membekuknya.

“Albert tercium sedang menikmati malam di pinggir pantai sekitar pukul 23.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah). Saat ditangkap, dia diapit dua wanita bohai,” kata Muslim.

Muslim mengatakan, Albert yang sering menggunakan kacamata tersebut, dibekuk atas bantuan Kejari dan Kepolisian Polewali Mandar, yang ikut membantu melacak lokasi pasti Albert.

Beberapa saat setelah ditangkap, beredar foto Albert yang disebut tidak sama dengan wajah asli dirinya. Rumor kemudian tersiar yang menyebut Albert telah melakukan operasi plastik, sehingga foto wajah dirinya tersebut terlihat berbeda dengan foto sebelum tertangkap.

Namun kabar itu segera dibantah Muslim sambil tertawa. “Hahaha tidak lah kawan, tidak ada operasi plastik,” kata Muslim menjawab pertanyaan wartawan.

Terpidana kasus korupsi yang menyita perhatian publik Manokwari itu rencananya tiba di Manokwari Kamis pagi hari ini. Dia akan diterbangkan dengan pengawalan ketat.

Alberth Rombe merupakan Kepala Badan Perencanaan dan Ketua Harian KONI Papua Barat tahun 2012 – 2013. Saat dia menjabat, KONI Papua Barat meluncurkan proyek pembangunan kantor KONI Papua Barat beralamat di Susweni, Distrik Manokwari Timur, senilai Rp. 47 miliar.

Pembangunan kantor tersebut belakangan menjadi temuan dan dia menjadi tersangka hingga vonis pengadilan Tipikor Manokwari menyatakan dirinya terbukti bersalah. Vonis menjelang akhir tahun 2016 lalu itu menyatakan Albert terbukti melakukan korupsi sebesar Rp. 26,7 miliar dengan hukuman 6 tahun penjara.

Dia kemudian mengajukan banding hingga Kasasi ke Mahkamah Agung. Ujungnya pada tahun 2017 MA menyatakan dirinya bersalah dengan menambah hukumannya menjadi 12 tahun penjara.

MA juga mewajibkan Albert membayar denda Rp 300 juta, subsider 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp 25 miliar. Asetnya terdiri atas 6 ruko dan satu gudang juga dirampas oleh negara untuk dilelang.

Albert telah dipanggil beberapa kali untuk menjalani hukuman pada akhir tahun 2017 namun tidak diindahkan hingga dimasukkan sebagai DPO oleh Kejari Manokwari.

Dalam catatan Cahaya Papua, selain Albert, Yan Renwarin, juga mantan ketua harian KONI Papua Barat, juga sedang diproses dalam kasus yang sama. (mar/*)

Leave a Reply