Ilustrasi Pelayanan Kesehatan

Pelayanan Kesehatan di Manokwari Diklaim Sudah Jangkau 40 Kampung Terpencil

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Pelayanan kesehatan bergerak (PKB) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari tahun 2015 diklaim telah menjangkau 40 kampung yang tersebar di 7 distrik.

Program ini mulai berjalan sejak 2014. Untuk tahun 2015 yang merupakan pelaksanaan kali ke-2, diluncurkan pada bulan Juni lalu oleh Bupati Bastian Salabai di Distrik Masni. Program ini ditujukan untuk masyarakat di daerah terpencil dan terisolir yang masih kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Kalau di Puskesmas petugas medis tunggu pasien datang. (PKB) itu petugas kesehatan tidak hanya menunggu orang sakit datang, tetapi kesehatan bergerak itu, petugas kesehatan mencari orang sakit di kampung,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan drg. Hendri Sembiring di sela-sela meninjau pembangunan pagar Puskesmas Warmare, Selasa siang.

PKB merupakan upaya terobosan di bidang kesehatan untuk memastikan semua masyarakat baik yang tinggal di kampung maupun di kota bisa mendapat layanan kesehatan.

Pada tahun ini, lanjut Sembiring total ada 14 program fisik yang dilaksanakan Dinas Kesehatan. Sementara program non fisik selain PKB, Dinkes juga telah melaksanakan pelayanan pemberian obat penyakit kaki gajah (filariasis).

“Jadi pelayanan kesehatan tidak terpengaruh dengan Pilkada kah atau apa kah, karena masalah sakit tidak ada urusan dengan itu. Pelayanan tetap berjalan di Puskesmas. Jadi Dinkes tidak tidur, kami tetap bekerja untuk melayani masyarakat, “ tandas Sembiring. | ZACK TONU BALA