Kepala Sekolah SD YPPGI Fanindi, Manokwari, Ahas. R. Foto: CAHAYAPAPUA.com |Adith Setyawan

Pemalangan SD YPPGI Fanindi Berakhir, Murid Mulai Belajar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Sempat dipalang karena permasalahan tanah ulayat beberapa waktu lalu, aktivitas belajar mengajar di SD YPPGI Fanindi dipastikan kembali berjalan normal sejak Senin (10/11/2014). Pihak sekolah telah memastikan para murid dan guru dapat kembali mengejar ketertinggalan mata pelajaran.

Aktifitas sekolah terpaksa diliburkan oleh pihak sekolah karena pemalangan. “Saya kasih libur sehingga aktivitas ini tidak berjalan selama dua minggu empat hari. Dan kemarin saya sudah bertemu dengan pihak yayasan dan pemerintah daerah untuk permasalahan ini, namun pembayaran tanah baru akan diprogramkan tahun anggaran 2015 nanti,” ungkap Kepala Sekolah SD YPPGI Fanindi, Ahas R kepada CAHAYAPAPUA.com, Sabtu (8/11/2014).

Dijelaskan latar belakang pemalangan terjadi karena masalah tanah ulayat. Sebelumnya, masalah tanah ulayat pada tahun 2003 lalu sudah diselesaikan pemda dengan membayar sebesar Rp. 45 juta.

“Mungkin mereka kurang perhatikan dokumennya, sehingga mereka palang sekolah ini,” ungkap Ahas.

Sejak sekolah dipalang, para guru dan murid tidak bisa beraktifitas, sehingga banyak mata pelajaran yang tertinggal selama masa sekolah tersebut diliburkan.

“Sekarang kita baru masuk di tema kedua, sedangkan sekolah lain sudah masuk di tema kelima, sementara waktu jelang ujian tengah semester telah dekat. Makanya kita akan mengejar ketertinggalan dengan mengadakan les tambahan,” kata Ahas.

Khusus pelepasan pemalangan, Ahas mengaku palang baru bisa dilepas setelah pihak yayasan dan sekolah membayar uang muka kepada keluarga penuntut sebesar Rp. 10 juta.

Sebelumnya pemalangan dilakukan sejak tanggal 8 Oktober hingga 5 November. Selama kurun waktu itu, para murid yang berjumlah 155 siswa dan 9 guru terpaksa diliburkan. |ADITH SETYAWAN

 

EDITOR: JUSRIWANTO

Tinggalkan Balasan