Rika Kuetipura, tokoh perempuan Yamor.

Pembangunan Bandara Perintis di Kaimana Terkendala Pembebasan Lahan

KAIMANA,CAHAYAPAPUA.com Rencana Pemerintah Kabupaten Kaimana untuk membangun bandar udara perintis di ibukota Distrik Yamor belum terlaksana karena terkendala pembebasan lahan.

“Lahan sudah ada. Luasnya sekitar 15 hektar. Belum bisa bangun apa-apa karena belum dilakukan pembebasan lahan,” jelas Kepala Distrik Yamor, Jamsul Runtuk, S.Sos, M.Si kepada Cahaya Papua.

Wakil masyarakat adat pemilik lahan, Rika Kuetipura mengatakan pihaknya mendukung niat Pemerintah Kabupaten Kaimana membangun bandara perintis di wilayah Yamor. Ia menilai, pembangunan bandara perintis akan membantu masyarakat Yamor yang selama ini kurang mendapat perhatian karena wilayah ini sulit dijangkau. Tapi keinginan itu harus diikuti dengan pemenuhan hak masyarakat adat.

Itu sebabnya, Rika mengatakan penolakan yang dilakukan pihaknya, tak dimaksud untuk menghalangi program pemerintah. “Lebih untuk memperjuangkan hak masyarakat adat. Tanah ini merupakan titipan orangtua terdahulu yang harus dijaga,” katanya.

Selain itu, di lokasi pembangunan ada sejumlah tempat-tempat yang memiliki nilai historis bagi masyarakat adat setempat.

Tokoh perempuan dari suku Napiti-Yamor ini juga menyarankan agar pemerintah daerah membangun bandara perintis di kilometer 52 antara Dusun Kewo dan Kilometer 75.

“Di kilo 52 itu bagus, rata dan airnya bagus. Tetapi kalau mau tetap di tempat itu ya tidak apa-apa. Mari duduk bicara baik dengan Kuetipura, Hauma dan Autami. Jangan dengan satu pihak saja,” ujarnya.|ISABELA WISANG