Lapas Kelas IIB Manokwari yang berlamat di Kompleks Kampung Ambon

Pembangunan Lapas baru diharapkan segera terwujud

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari, diharapkan segera terwujud. Hal ini untuk memberi solusi persoalan kelebihan kapasitas di Lapas tersebut.

Kepala Lapas Kelas II B Manokwari, Luluk Kuncoro, mengaku, tak bisa berbuat banyak dengan kondisi di Lapas saat ini. Ratusan warga binaan terpaksa digabung ke dalam blok (kamar) tak berdasarkan jenis kasus warga binaan.

“Kita harap pembangunan Lapas baru bisa segera terealisasi. Saat ini terpaksa narapidana kita gabung, baik kasus umum, Tipikor, anak dan Narkoba,” ungkapnya, Sabtu lalu.

Dia mengatakan, selain over kapasitas, sarana dan prasarana pun sudah tak mendukung maksimalnya program pembinaan. Dan kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya gejolak dalam Lapas.

Karena itu kata dia, pembangunan gedung baru yang telah diwacanakan,diharap mendapat perhatian serius dari gubernur Papua Barat, terkait kejelasan pemberian hibah tanah.

“Kita sementara dari Kanwil Kemenkumham Papua Barat, lagi berupaya mendealkan (menyepakati) lahan 15 hektar yang berlokasi di kampung Andai, yang akan dihibahkan Pemerintah Papua Barat,” terang Luluk.

Luluk menambahkan, jika pemberian hibah tanah tersebut dilakukan secepatnya, lahan tersebut akan segera dibangun 3 lembaga binaan yaitu; Lapas Anak, Perempuan dan Dewasa. “Lapas yang ada (di kampung Ambon) sekarang, nantinya akan dijadikan Lapas khusus Narkoba,” jelas dia.

Hendra salah satu keluarga narapidana yang ditemui di Lapas mengatakan, prihatin ketika melihat langsung kondisi Lapas Manokwari. Menurutnya pembangunan Lapas baru, harus diutamakan.

“Kalau bisa dalam ruangan (kamar warga binaan), hanya menampung 10 – 15 orang saja. Sekarang ini (malah) puluhan orang, dan saya setuju Lapas baru harus dipercepat,” cetus dia.

Kondisi Lapas Kelas II B Manokwari saat ini kian memprihatinkan. Lapas tersebut harusnya menampung maksimal 180 narapidana namun faktanya sudah mencapai 308 narapidana. (cr-80)

Tinggalkan Balasan