LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Pembangunan Train 3 LNG Tangguh Butuh Ribuan Tenaga Kerja

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com- Tahun 2017, LNG Tangguh berencana akan membuka kembali pembangunan train 3 kilang gas di Tanah Merah, Kabupaten Teluk Bintuni. Pembangunan proyek yang diperkirakan akan menyedot ribuan tenaga kerja ini diharapkan mengutamakan Orang Asli Papua (OAP).

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Teluk Bintuni, Adrian Supusepa mengatakan, proyek pembangunan train 3 LNG Tangguh ini merupakan proses pembangunan konstruksi, sehingga tenaga kerja yang dibutuhkan sebagian besar masih buruh kasar.

Oleh karena itu jika dilihat dari kuota tenaga kerja yang akan direkrut ini diharapkan putra-putri asli Papua mulai dari yang tidak mempunyai Ijazah sampai lulusan sarjana agar bisa diberdayakan.

“Kemarin kita sudah melakukan pertemuan dengan beberapa kontraktor termasuk BP dan TKBM untuk persiapan pembukaan train 3. Yang pasti kami dari pemerintah daerah dalam hal ini dinas tenaga kerja berharap kalau bisa lebih banyak tenaga kerja orang asli Papua yang harus dipekerjakan,” katanya kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (6/9/2016).

Dikatakannya, pada prinsipnya dinas tenaga kerja sebagai wakil pemerintah akan tegas soal perekrutan tenaga kerja yng akan masuk bekerja ke LNG Tangguh. Namun ia mengecualikan apabila tenaga kerja yang dibutuhkan harus mempunyai skiil dan keterampilan khusus itu baru bisa didatangkan dari luar jika di Bintuni sendiri tidak mampu menyediakan.

Meskipun belum banyak tenaga kerja skil di Bintuni, saat ini dinas sedang bekerjasama dengan BP tangguh untuk menciptakan putra-putri Asli Papua yang mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar Papua.

Pasalnya, pihaknya bersama BP Tangguh melalui program yang didanai oleh BP Tangguh telah mengirim putra-putri asli Papua untuk mengikuti training di luar Papua untuk dipersiapkan sebagai tenaga skil di LNG.

“Kemarin kita kirim khusus putra putri asli daerah ke Bogor untuk sekolah. Jadi mereka sudah jadi karyawan dan terus disekolahkan lagi selama tiga tahun, diharapkan ketika kembali mereka sudah punya skil,” jelasnya.

Untuk saat ini jumlah pekerja yang disekolahkan sebanyak 40 orang yang berasal dari Manowkari, Bintuni dan Fakfak. Mereka semua adalah lulusan SLTA. Direncanakan akan ada program lanjutan lagi di tahun 2017 mendatang. Sehingga kedepan putra-putri asli Papua bisa lebih diberdayakan lagi sebagai tenaga kerja di LNG Tangguh karena selama ini tenaga skil di LNG sebagian besar masih berasal dari luar Papua.

Dijelaskannya, kalau dari aspek tenaga kerja, Dinas Tenaga Kerja bertugas mengawasi mulai dari perekrutan sampai dengan mengawasi aturan ketenagakerjaan terkait hubungan kerja.

Terkait perekrutan tenaga kerja pihaknya akan betul-betul ketat mengawasi karena dalam dokumen amdal sudah tertera ada kuota tenaga kerja bagi daerah-daerah yang terkena dampak langsung, dari proyek besar tersebut.

Dia menambahkan pembangunan Train 3 LNG Tangguh ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 7 ribu orang dan pengumuman serta pendaftarannya sudah mulai dilaksanakan di beberapa daerah di Papua Barat. Sementara untuk Bintuni sendiri belum mengetahui kuota jatah tenaga kerja untuk dipekerjakan di proyek tersebut. (ART)

One comment

  1. BP.TANGGUH HARUS TERIMA SEBANYAK2NYA ORANG ASLI PAPUA UNTUK DI PEKERJAKAN DAN DI KARYAKAN AGAR KEDEPADAN DI TAHUN 2018 DAN SETERUSNYA DAPAT MEMIMPIN DAN MENJADI TUAN DI TANAHNYA SENDIRI,,,,,,JANGAN BUAT CERITA OMONGKOSONG SUPAYA SEMUA ORANG TAHU,TAPI NYATANYA CUMA TIPU BELAKA,,,,YANG DALAM BAHASA WARIAGAR BILANG STOPPPPPP KAM HAMBUR MADU SUDAKAH,,,,PADAHAL TIDIDIT ( TIPU NI )

Tinggalkan Balasan