Kepala Lapas AnakYulius Paath

Pembentukan Lapas Anak Terkendala Lahan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kabupaten Manokwari belum bisa di sebut sebagai kabupaten layak anak, jika saat ini masih terdapat penggabungan antara orang dewasa dan anak-anak di dalam lapas.

Untuk diketahui, saat ini tercatat 7 Anak yang sedang menjalani hukuman tahanan di Lapas Manokwari, belum lagi anak – anak yang sedang masih dalam proses hukum di kepolisian.

Pemda Manokwari diminta segera menyediakan lahan untuk pembangunan Lembaga pemasyarakatan khusus Anak dan perempuan di Papua Barat.

“Peradilan anak kan sudah di pisahkan, sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2012. Itu sangat berbeda penanganan dengan peradilan biasa, begitu juga penempatan di Lapas mesti ada yang khusus,” kata Kepala Lapas Anak Yulius Paath saat di temui Kamis (27/4)  lalu, di Lapas Manokwari.

Ia menyebut,  saat ini di Lapas Manokwari ada menampung anak – anak yang berurusan dengan hukum seperti kasus pencurian, kejahatan jalanan maupun terbaru, penganiayaan anak dibawah umur yang tertangkan tim Buser Polres Manokwari.

“Sebenarnya untuk anggaran Lapas Anak  sudah disediakan oleh kementerian. Yang menjadi kendala bagi kita adalah lahan yang mesti menjadi tanggungjawab pemerintah daerah,”ungkapnya.

Terkait hal dimaksud, Yulias mengaku telah membangun komunikasi dengan Pemda Manokwari dan disepakati untuk Lapas Anak menggunakan kantor Dinas Sosial Papua Barat yang berada di Jalan Siliwangi eks halaman kantor Gubernur. “Itu sudah disetujui oleh Pak bupati, sekarang kita hanya  tunggu kapan Dinsos pindah ” tandasnya. (MAR)

Tinggalkan Balasan