Warga berbondong-bondong mendatangi Mapolres Manokwari yang beralamat di Jalan Bhayangkara, tak jauh dari RSUD Manokwari, untuk melihat langsung terduga pembunuh dua mahasiswa Unipa, Agustinus Awom Rabu malam, (2/11). Warga menuntut pelaku pembunuhan keji itu dihukum seberat-beratnya.
Warga berbondong-bondong mendatangi Mapolres Manokwari yang beralamat di Jalan Bhayangkara, tak jauh dari RSUD Manokwari, untuk melihat langsung terduga pembunuh dua mahasiswa Unipa, Agustinus Awom Rabu malam, (2/11). Warga menuntut pelaku pembunuhan keji itu dihukum seberat-beratnya.

Pembunuh Agus dan Tasya Dibekuk Tanpa Perlawanan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Terduga pelaku pembunuhan mahasiswa UNIPA Agustinus Awun dan Tasya Sapulete, yang ditemukan tewas dalam keadaan tragis, Senin (31/10), di dekat kali Pami, Amban Pantai, Distrik Manokwari Utara, akhirnya dibekuk, Rabu (2/11). Pelaku yang bernama Agustinus Awom (AA) itu dibekuk tanpa perlawanan.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Manokwari Christian Rony Putra melalui Kasat Reskrim AKP Aries Diego Kakori mengatakan, pelaku berhasil ditangkap di salah satu rumah kosong di wilayah Pami Distrik Manokwari Utara. “Pelaku ditangkap tidak jauh dari TKP ditemukannya jenazah korban, jaraknya sekitar 90 meter,” ucap Kakori Rabu malam.

Kakori menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari warga setempat dan direspon cepat oleh tim gabungan jajaran kepolisan Daerah (Polda) Papua Barat (PB).

“Warga yang melihat terduga pelaku ini, langsung melaporkan ke anggota (kepolisian) Sektor Amban. Kemudian warga bersama anggota (Polsek Amban red) dan dibantu beberapa satuan Tim Raptor (Rayon Patroli) A serta bantuan dari Tim Khusus (Timsus) Buser  Polres Manokwari, berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan,” terangnya lagi.

Berdasarkan pengakuan pelaku, papar Kakori, dia (AA red) hanya membunuh korban Tasya (wanita). Dan perbuatan itu didasari karena termakan hasutan oleh seorang temannya. “Menurut pengakuannya dia ini, membunuh dihasut oleh temannya. Memang dari hasil pengakuan dan keterangan yang dikumpulkan sementara ini, diduga pelaku lebih dari satu orang. Tapi untuk inisial pelaku yang satunya belum bisa kami sampaikan dulu,” ujarnya.

Agustinus Awom (kiri) diinterogasi oleh Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Diego Kakori. Agustinus Awom dibekuk di sebuah rumah kosong berjarak sekitar 90 meter dari tempat kejadian perkara di Kali Pami menjelang malam.

Agustinus Awom (kiri) diinterogasi oleh Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Diego Kakori. Agustinus Awom dibekuk di sebuah rumah kosong berjarak sekitar 90 meter dari tempat kejadian perkara di Kali Pami menjelang malam.

Pelaku sendiri lanjutnya, akan dikenakan pasal berlapis, yaitu 340 subsider 338 pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal, hukuman mati. Dan Kakori menyebutkan, bahwa pelaku ini, residivis serta statusnya saat ini terpidana dalam kasus pemerkosaan.

“Dia ini sudah divonis dalam kasus pemerkosaan, tapi belum menjalani hukuman, karena saat itu dia masih pembantaran oleh kejaksaan hingga akhirnya dia kabur,” tutur Kakori. “Doakan ya, kami targetkan terduga pelaku lain segera ditangkap, dan kami harap masyarakat memberikan informasi sekecil apapun kepada kami,” pungkasnya menambahkan.

Sementara itu, kasus ini secara langsung menyita perhatian publik. Pantauan langsung Cahaya Papua kemarin malam di markas Polres Manokwari pasca kabar penangkapan pelaku beredar, warga berbondong – bondong mendatangi Mapolres sekitar pukul 22.15 WIT. Mereka ingin melihat secara dekat sosok pelaku.

Meski tak dapat melihat pelaku secara langsung, sejumlah warga tetap bertahan di depan Mapolres, berharap dapat melihat pelaku. Kasat Reskrim pun meneyempatkan diri menemui warga dan sedikit menjelaskan kronologi penangkapan dan ihwal masih adanya dugaan pelaku lain. “Kita berupaya paling cepat besok kita sudah mendapat pelaku yang kedua,”  ujar Aris Diego kepada warga di depan Mapolres.

Penangkapan pelaku dalam waktu singkat oleh kepolisain mendapat apresiasi warga. Warga berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya dan berharap kasus ini diproses secara transparan.

“Kita tentunya berharap pelaku dihukum setimpal. Kasus ini juga harus terbuka untuk umum  agar masyarakat ikut mengawal,” ujar Carlos salah satu warga Angkasa Mulyono yang ikut dalam rombongan warga.

Warga lainnya, mengaku, sejak kasus pembunuhan ini beredar, ia merasa ketakutan untuk keluar beraktivitas di malam hari. “Terus terang saja, sejak berita ini muncul, saya takut juga, tapi kita bersyukur polisi berhasil menangkap pelaku,“ ujar Agus Nauw yang juga ikut di Mapolres.

Sayangnya pelaku masih dalam pemeriksaan penyidik sehingga masih di kekang di dalam ruangan Satreskrim, warga hanya berdiri di depan Mapolres sambil menunggu. Ketua Ketua

Selain warga, Ketua DPRD Manokwari Dedy Subrata May dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat Lasarus Indouw juga terlihat di Mapolres Manokwari. (MAR)

Tinggalkan Balasan