Pelaku (blur) yang diduga kuat sebagai pembunuh bocah berumur 11 tahun di Manokwari Kamis lalu saat dimintai keterangan usai dibekuk polisi setelah buron selama 4 hari, Minggu (4/3). Lisna Boroallo/Cahaya Papua

Pembunuh bocah 11 tahun dilumpuhkan di Arowi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan bocah 11 tahun di kompleks Swapen Center (Swapen Perkebunan), Manokwari, Kamis (1/3), akhirnya dibekuk, Minggu (4/3) pagi sekitar pukul 06.30 WIT. Pelarian Yulius Koromat selama 4 hari berakhir di rumah keluarganya di Arowi I Kelurahan Manokwari Timur.

Meski tanpa perwalanan, Yulius nyaris lolos setelah mencoba kabur melalui jendela saat dibekuk. Beruntung tim Piranha Polda Papua Barat dan Reskrim Polres Manokwari sigap dan berhasil melumpuhkannya.

Drama pengejaran terhadap Yulius berlangsung cukup panjang. Pengejaran menemui titik terang pada hari keempat. Ketika itu Yulius yang dideteksi berada di Swapen berhasil melarikan diri. Pengejaran berlangsung hingga ke Fanindi, namun dia berhasil lolos hingga akhirnya dilumpuhkan di rumah keluarganya di Arowi.

Pantauan Cahaya Papua di lapangan, Yulis tiba di Polres Manokwari dibawah pengawalan ketat tim Reskrim Polres Manokwari bersama tim Piranha Polda Papua Barat sekitar pukul 12.00 WIT.

Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Indro Rizkiadi Minggu (4/3) siang mengatakan, sebelum dibekuk di rumah keluarganya, Yulius sempat terdeteksi dan dikejar di hutan sekitar Arowi.

 

Korban kedua

Hal yang mengejutkan dari Yulius, ternyata pada hari yang sama sebelum membunuh korbannya, dia mencoba melakukan praktek pencabulan terhadap seorang bocah berumur 7 tahun. Beruntung korban saat itu berteriak sehingga pelaku melepas korbannya tersebut.

Indro mengatakan kepolisian pada hari yang sama menerima dua laporan. Pertama laporan pembunuhan terhadap anak 11 tahun di Swapen Center, sementara laporan kedua adalah dugaan pencabulan terhadapp seorang anak berumur 7 tahun di lokasi yang sama.

“Dihari yang sama kita terima dua laporan, pelaku sebelumnya  sempat melakukan hal yang sama kepada seorang anak  umur 7 tahun, namun korban berteriak sehingga dilepas. Sedangkan korban almarhum adalah korban kedua,” jelas Indro.

 


Narapidana

Yulius juga ternyata adalah narapidana yang berstatus wajib lapor dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Manokwari. Dia telah dibiarkan lepas 4 bulan lebih sejak Oktober 2017.

Kasus pertama yang menjerat Yulius hingga akhirnya dia mendekam di Lapas adalah pencabulan. Indro tidak mau menjelaskan lebih detil soal kasus tersebut. Namun ia memastikan Yulius adalah narapidana dalam kasus yang sama, yang divonis Pengadilan Negeri Manokwari 1 tahun 8 bulan pada tahun 2016. Vonisnya dalam kasus tersebut dikurangi dari tuntutan jaksa 2 tahun 6 bulan.

Indro mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Lapas Manokwari terkait dilepasnya Yulius termasuk meminta keputusan lengkap dari Pengadilan Negeri Manokwari.

Sementara itu Kepolisian akan mempercepat penyelesaian kasus yang menyedot perhatian publik ini. “Pelaku telah interogasi dan mengakui perbuatannya. Saat ini sudah di tahan di ruang tahanan (Mapolres Manokwari),” kata Indro.

Indro, mengatakan pihaknya akan ke Jakarta membawa sampel pakaian korban yang digunakan saat peristiwa, termasuk untuk menguji DNA pelaku.

Sementara barang bukti lain yang telah diamankan berupa batu yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, sandal korban, celana dalam dan celana luar korban dan snack merek tanggo, bola mainan anak- anak dan baju pelaku yang dipakai saat kejadian.

Indro mengatakan pelaku akan dijerat menggunakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup.

“Karena pelaku mengulangi perbuatan yang sama, jadi kita akan terapkan pasal berlapis setelah melalui gelar perkara nanti. Pelaku terancam hukuman 15 tahun atau seumur hidup,” terang Indro.

Terkait kasus ini, Indro mengingatkan warga untuk berhati-hati dan memastikan anak-anak mereka selalu dalam keadaan terawasi.

Sebelumnya, bocah berumur 11 tahun yang ditemukan meninggal di Swapen ini mengalami luka di bagian kepala yang menyebabkan kematian. Di tubuh korban juga ditemukan lebam, patah di lengan dan luka pada anus yang diduga kuat dicabuli sebelum dibunuh. |Lisna Boroallo

Leave a Reply

%d bloggers like this: