Ilustrasi Pembunuhan

Pembunuh Ruslan Mabuk Saat Menikam

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.comOtoritas Kepolisian Resort Manokwari menyatakan, pembunuh Ruslan Mandacan yang berinisial AK, sudah mengakui perbuatannya.  Pelaku juga mengaku mabuk saat menikam korban menggunakan tulang ikan layar.

Pelaku yang dibekuk oleh satuan reserse dan kriminal Polres Manokwari, Jumat (1/52015) lalu di rumahnya,  kini masih meringkuk di tahanan polisi. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP. Tommy H Ponororing, SH, Minggu (3/5/2015).

Pontonoring juga mengungkap, saat ditangkap di Wosi, AK tak melakukan perlawanan.  Proses hukum atas pelaku tetap bergulir. “Penyidik akan mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Manokwari pekan ini,” ucap Tommy.

Sebelumnya, Tommy menceritakan bahwa pelaku emosi kepalanya disenggol oleh korban saat sedang berjoget. Emosi itu tampaknya dilipatgandakan oleh minuman keras yang ia konsumsi. Apa yang dikemukakan Tommy senada dengan pengakuan pelaku bahwa ia berada dalam keadaan mabuk saat menikam korban.

Sebelum peristiwa maut itu terjadi, Ruslan dan pelaku yang berinisial AK, sama-sama berpesta joget disertai minuman keras di terminal pasar Wosi, Minggu (26/4) malam.

Polisi sempat membubarkan pesta miras itu karena dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga sekitar yang sedang beristirahat. Tapi ketika polisi pulang, pesta dilanjutkan lagi.

Pelaku maupun korban, sebut para sejumlah saksi yang dikutip oleh Tommy, sudah dalam keadaan mabuk berat. Dalam keadaan yang terpengaruh minuman beralkohol, mereka berjoget ria.

Entah bagaimana caranya saat sedang berjoget, korban menyenggol kepala pelaku yang rupanya membawa senjata tajam berupa tulang ikan layar yang runcing. Pelaku sontak naik pitam. Sempat terjadi cekcok sebelum AK menyarangkan tulang ikan itu di dada kanan Ruslan.

Mengetahui dirinya kena tikam, Ruslan langsung memilih kabur dari lokasi. Sekuat tenaga, ia berlari menjauhi pelaku, dalam keadaan sempoyongan dan luka parah. Mulutnya mengeluarkan darah segar.

Ruslan berhasil lari sekitar 200 meter. Warga yang melihatnya terluka parah mengambil inisiatif untuk menolong. Ruslan dilarikan ke RSUD Manokwari. Sayangnya, pemuda ini menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan medis. |TAKDIR