Ratusan Warga Toraja mendatangi Mapolres Teluk Bintuni, menuntut pengungkapan kasus pembantaian ibu rumah tangga dan dua anak di daerah tersebut baru-baru ini.

Pembunuhan Sadis di Bintuni Belum Terungkap, Kredibilitas Polri Dipertaruhkan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Manokwari menyatakan dukungannya kepada semua pihak yang sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan dalam kasus pembunuhan sadis Ny Frelly dan dua anaknya di Bintuni. Dukungan ini salah satunya muncul karena polisi yang awalnya cukup optimis mengungkap kasus ini, justru belum menetapkan satupun tersangka.

Ketua GKI Klasis Manokwari, Pdt. Simon Bisay menilai ada ironi antara kian meningkatnya fasilitas keamanan di Tanah Papua dengan fakta yang menunjukkan maraknya kasus pembunuhan.

Jika polisi tidak mampu mengungkap kasus pembunuhan Frilly dan dua anaknya yang kini menjadi perhatian publik, maka hal itu otomatis menurunkan kepercayaan publik kepada aparat penegak hukum.

”Negeri ini dijuluki negeri yang damai. Artinya, siapapun yang hidup di Tanah Papua harus hidup damai, sukacita dan bahagia. Tapi kalau melihat fasilitas kemanan yang cukup, kenapa masih ada pembunuhan? Itu membawa keresahan bagi kita semua.

Kalau polisi tidak mampu menjamin rasa aman, tidak bisa ungkap, kita merdeka saja!” ucapnya saat menerima Sekretaris Dewan Adat Papua (DAP), aktivis HAM dan Tokoh Pemuda di Kantor GKI Klasis Manokwari, Kwawi, Selasa (15/9) siang.

Gereja, lanjut Bisay, sudah pasti memberi dukungan penuh agar kasus ini segera tuntas. Meski demikian, akar masalahnya juga harus ditemukan untuk menghentikan siklus kejahatan, terutama kasus-kasus pembunuhan.

“Akar dan latar belakang peristiwa ini harus diungkap. Sementara untuk keluarga korban, kami akan kembali berkoordinasi dengan GKI klasis Bintuni dalam rangka memberikan penguatan iman kepada mereka,” ucapnya.

Menurut Bisay, jika melihat korban, ada kemungkinan pelaku mengenal keluarga ini. Indikasinya adalah anak korban ikut dibunuh dengan sadis. Pembunuhan dua anak korban diduga dimaksud pelaku untuk menghilangkan saksi.

Adapun langkah lain yang akan ditempuh GKI untuk ikut serta mengadvokasi kasus ini adalah dengan menyampaikan suara kenabian ke seluruh anggota jemaat GKI agar mendoakan keluarga termasuk pihak kepolisian agar bekerja cepat, jujur dan adil.

Di tempat yang sama, Sekretaris GKI Klasis Manokwari, Pdt. Markus Molle meminta publik agar tetap melihat kasus ini dalam ranah dan perspektif penegakan hukum. Sikap proporsional ini penting untuk menghindari adanya provokasi dari pihak ingin memperkeruh suasana.

“Umat dan publik jangan melihat pelaku pada latar belakang agama maupun suku, tapi pribadinya. Kasus ini maupun pelakunya mesti dilihat dlm kacamata hukum. Di pihak lain pihak kepolisian jangan menutup-nutupi. Kami meminta polisi terbuka dan mengungkap motif pelaku berdasar hasil penyelidikan,” ucapnya.

Ia juga menyarankan agar badan pekerja Klasis Bintuni pro aktif mendampingi korban. Proses pastoral dan konseling harus aktif dilakukan agar keluarga korban tidak trauma. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG