Ratusan Warga Toraja mendatangi Mapolres Teluk Bintuni, menuntut pengungkapan kasus pembantaian ibu rumah tangga dan dua anak di daerah tersebut baru-baru ini.

PEMBUNUHAN SADIS: Hilangkan Trauma, Keluarga Korban Perlu Didampingi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Dewan Adat Papua (DAP) wilayah tiga Doberai mendesak pihak kepolisian dan instansi terkait segera melakukan tindakan pemulihan dampak trauma yang dialami keluarga almarhum Frellia Dian Sari.

“Selain mengungkap tersangka, hal yang tidak kalah penting dilakukan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya seperti Dinas Sosial Kabupaten Teluk Bintuni, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah melakukan pendampingan konseling untuk menghilangkan dampak traumatik suami korban,” kata Staf Khusus.

DAP Bidang Hak-Hak Dasar Masyarakat Adat Papua, Edison Baransano kepada Cahaya Papua, Senin (14/9/2015).
Edison menilai persitiwa tragis yang menimpa Frelly, dua orang anak serta janin berusia 4 bulan dalam kandungan Frelly itu cukup berdampak pada kondisi psikologi yang suami.”Apalagi hingga kini belum diketahui siapa pelaku kasus pembunuhan ini,” imbuhnya.

Edison berharap pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan intansi terkait di Provinsi melakukan pendampingan dengan melibatkan tenaga konseling untuk keluarga Frelly.

“Pemerintah pusat melalui P2TP2 Provinsi Papua Barat memiliki alokasi anggaran yang dapat digunakan untuk pendampingan ini. Dana tersebut harus digunakan, minimal bisa untuk membiayaai tenaga konselor,” tutur Edison.| RIZALDY | EDITOR : TOYIBAN