Miras lokal yang dimusnahkan pada HUT Polri belum lama ini.

Pemda akan kerahkan Satpol PP bersihkan Miras

KAIMANA, Cahayapapua.com— Tersisa 34 hari lagi, perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) se-Tanah Papua di Kaimana akan dilaksanakan. Sebagai tuan rumah, Kaimana terus melakukan berbagai persiapan, baik terkait fasilitas yang dibutuhkan, maupun persiapan mental masyarakat. Salah satu yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Kaimana adalah membersihkan minuman keras dari setiap titik peredaran maupun pengolahan.

Asisten II Bidang Administrasi Umum Setkab Kaimana, Martinus Furima menegaskan hal ini. Dikatakan, pada pelaksanaan Pesparawi nanti, Kota Kaimana akan bersih dari peredaran minuman keras. Pemerintah Daerah melalui Satpol PP, bekerjasama dengan institusi terkait, akan melakukan penertiban dan pembersihan total seluruh titik penjualan minuman keras.

“Pesparawi nanti kita ‘No Miras’ tidak ada lagi minuman itu beredar atau mengalir deras sampai ke gunung-gunung seperti yang terjadi selama ini. Tapi bukan berarti setelah Pesparawi, boleh beredar lagi. Pesparawi menjadi titik awal Kaimana bersih dari minuman keras. Kami akan kerahkan Satpol PP untuk melakukan pembersihan total,” tegas Furima saat membuka Sosialisasi Instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkait dana desa melibatkan seluruh kepala kampung di Meeting Room Kaimana Beach Hotel, Rabu (2/8/2017).

Seperti diketahui, Pesparawi ke XII se-Tanah Papua di Kabupaten Kaimana dijadwalkan berlangsung 7 hingga 20 September 2017. Kegiatan ini akan diikuti 40 kontingen dari 40 kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat. Berdasarkan data sementara, total peserta lomba mencapai 6.116 orang. Jumlah ini belum termasuk para penggembira, serta peninjau dari masing-masing kabupaten/kota, sehingga diperkirakan tamu yang akan tiba di Kaimana lebih dari 8000 orang.

Peserta sendiri dijadwalkan tiba di Kaimana pada 6-8 September 2017 menggunakan jasa transportasi udara dan laut. Sementara pembukaan Pesparawi sendiri akan dilaksanakan 9 September malam, bertempat di Stadion Sepak Bola Triton, yang diawali kegiatan devile kontingen pada petang hari. Sesuai informasi, reuni akbar umat Kristiani se-Tanah Papua ini, akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo. (isa)

Tinggalkan Balasan