Seminar hasil kajian pengembangan sektor primer di Kabupaten Teluk Bintuni oleh UNIPA kemarin.

Pemda Bintuni Diharap Tindaklanjuti Hasil Kajian UNIPA

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pemerintah Daerah Teluk Bintuni diharapkan dapat menangkap peluang dari hasil kajian yang dilakukan oleh Tim dari Universitas Papua (UNIPA).

Hasil kajian pengembangan sektor primer itu meliputi, penelitian pola produksi dan tata niaga beras, studi kelayakan jagung dan kedelai, serta studi kelayakan ternak kecil (Kambing dan Babi) di wilayah Bintuni.

“Hasil penelitian ini merupakan kerjasama LNG Tangguh, UNIPA dan Pemda Teluk Bintuni. Tujuannya untuk melihat seberapa besar ketergantungan sektor primer dalam lingkungan pertanian, peternakan dan perikanan,” kata ketua Tim UNIPA, Prof. Dr. Rony Bawole M.Si, disela acara Seminar Hasil Kajian Pengembangan Sektor Primer di Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (11/4/2016).

Menurutnya kajian ini secara operasional laik untuk dilaksanakan. Lainnya menghindari faktor yang menghambat seperti ketersediaan pupuk pada sektor pertanian. “Kami melihat cukup banyak sumber daya masyarakat yang bisa dikembangkan. Selanjutnya giliran pemerintah daerah untuk menangkap peluang ini untuk diterapkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Jikalau usaha itu bernilai ekonomis, lanjut dia, nantinya bisa ditingkatkan menjadi ekonomi produktif. “Kami berharap ada hal konkrit dalam hal operasional nanti. Misalnya pengembangan padi, ternak kecil, dan tata niaga beras. Persoalannya bagaimana ini menjadi kegiatan yang menguntungkan, itu yang diharapkan bisa diterjemahkan oleh pemerintah daerah,” harapnya.

Mewakili Penjabat Bupati, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Teluk Bintuni, Drs Frans Awak, menyambut baik pelaksanaan seminar ini. Kata dia, hal ini merupakan wujud kepedulian dari Tim Ekonomi BP Tangguh dan UNIPA. “Dari seminar ini, pemerintah daerah punya bahan dalam perencanaan dan mengkaji pengembangan peternakan dan pertanian di Kabupaten ini,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Kepala Dinas Pertanian Teluk Bintuni, Nehemia Rumayomi. Kata dia, kerja sama yang sudah terjalin baik ini dapat terus dilakukan, sehingga keberhasilan yang sudah dicapai bisa ditingkatkan.

Disinggung soal alokasi anggaran yang digelontorkan BP Tangguh untuk penelitian ini, Ketua Tim Ekonomi BP Tangguh enggan memberikan komentar. Selain Tim Ekonomi BP Tangguh dan Tim UNIPA, sejumlah satuan kerja ada mengirimkan wakilnya untuk menghadiri seminar tersebut, diantarannya Dinas Perindustrian, Perdaganangan dan Koperasi, Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan Dinas Pertanian. (ART)

 

 

Tinggalkan Balasan