Site LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Pemda Bintuni Dorong Penyelesaian Sejumlah Masalah Lebih Dulu

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mendorong Tangguh LNG menyelesaikan sejumlah persoalan mendasar yang masih menggantung di daerah sebelum memulai pembangunan train 3 pada tahun 2017.

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan persoalan mendasar tersebut perlu diselesaikan lebih dulu agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Sejumlah persoalan yang harus diselesaikan oleh Tangguh LNG diantaranya adalah masalah pendekatan dengan masyarakat adat disekitar wilayah operasi train 3 di Distrik Tomu dan Weriagar.

Selain itu masalah kesepakatan analisis dampak lingkungan (Amdal) agar dibuat dalam bentuk MOU yang jelas karena dikuatirkan akan berdampak pada keberlansungan lingkungan dan eksistensi budaya warga setempat.

“Contohnya ada kegiatan pembangunan rumah di dua distrik, di Distrik Tomu dan Weriagar. Itu memang sudah ada MoU untuk payung hukum, lalu ada kesepakatan yang dirinci lagi, tapi saya belum tandatangani karena ada perhitungan-perhitungan yang harus diperbaiki.

Persoalannya bahwa dana itu masuk ke kas daerah ini ada aturannya, DPR harus menyetujui, lalu tidak ada persoalan lagi, dan sudah baik silahkan. Sesuai dengan mekanisme pemerintahan tidak ada persolan silahkan,” jelas Bupati.

Bupati juga mengatakan, pemda telah memberikan pemahaman kepada lembaga adat untuk mendukung proyek train 3 namun ia mengaku hal itu memiliki konsekuensi untuk melakukan koordinasi.

“Ada beberapa kegiatan yang memang kita harus mantapkan dulu. Ada upaya-upaya sesuai kesepakatan Amdal dalam bentuk MoU yang jelas, yang mana nanti berdampak pada keberlangsungan lingkungan, keberlangsungan eksistensi budaya mereka terhadap kehidupan mereka,” kata bupati lagi.

Ditanya soal syarat administrasi, bupati mengatakan, sampai saat ini belum ada komitmen. “Saya belum tahu, dalam artian belum ada satu komitmen, tapi di masa saya. Kalau pemerintahan lalu sudah ada komitmen. Saya prinsipnya menjalankan itu sepanjang sesuai dengan kepentingan masyarakat,” tandasnya. (ART)

Tinggalkan Balasan