Ilustrasi obligasi

Pemda Didorong Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA,CAHAYAPAPUA.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman mengatakan kelayakan kredit pemerintah daerah (Pemda) perlu ditingkatkan untuk meningkatkan akses pembiayaan dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur daerah.

Dari 34 provinsi, baru 10 provinsi yang melakukan ‎proses pemeringkatan status kelayakan kredit Pemda di antaranya provinsi daerak khusus ibukota (DKI) Jakarta dan provinsi Jawa Barat.

“Kelayakan kredit sebagai syarat utama mengakses pembiayaan dari swasta terutama penerbitan obligasi daerah, secara umum masih belum feasible (layak)‎,” katanya dalam Workshop Nasional bertajuk “Pembiayaan Alternatif Melalui Pasar Modal Bagi Kota/ Kabupaten di Indonesia ” di Jakarta, Kamis (4/12).

Seperti diketahui, saat ini baru provinsi Jabar yang siap melepas obligasi senilai Rp 4 triliun, di mana Rp 2,5 triliun rencananya akan digunakan untuk pembebanan lahan dan sisanya untuk pembangunan bandara internasional.

‎Namun rencana tersebut masih dikaji ulang oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu) terkait kelayakan penerbitan obligasi tersebut.

“Padahal laporan keuangan di berbagai daerah ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah baik, ‎70 persen lolos tanpa pengecualian,” katanya.

Irman mengatakan obligasi daerah bisa menjadi alternatif pendanaan pembangunan infrastruktur daerah selain mekanisme public private partnership (PPP), pinjaman perbankan dan ‎dana infrastruktur perkotaan municipal development fund (MDF). Di satu sisi, pembangunan infrastruktur (dengan elastisitas 0,07 persen hingga 0,44 persen) juga berpengaruh besar terhadap peningkatan produk domestik bruto (PDB).

“Tantangannya kapasitas pengelolaan keuangan perkotaan, desentralisasi fiskal kerap membuat minimnya minat pemodal untuk investasi di perkotaan,” tambahnya.

|Penulis: Yosi Winosa/FMB Sumber: BERITASATU.com

Tinggalkan Balasan