Asisten II Pemkab Kaimana Martinus Furima pada panen raya ubi jalar Kilometer 8, Kaimana baru-baru ini.
Asisten II Pemkab Kaimana Martinus Furima pada panen raya ubi jalar Kilometer 8, Kaimana baru-baru ini.

Pemda Kaimana Dorong PPL di Daerah Itu Dihidupkan Kembali

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.c0m—– Asisten II Setkab Kaimana, Martinus Furima mewakili Pemerintah Daerah pada kegiatan panen raya ubi jalar varietas lokal di Kilometer 8 Jalan Tanggaromi meminta Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan untuk menghidupkan kembali peran mantri tani dan memaksimalkan fungsi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Penyuluh tegas Furima, harus hadir setiap waktu mendampingi petani, memberikan pemahaman tentang pola bercocok tanam yang baik dan benar. Dinas juga diminta memanfaatkan kembali kebun-kebun dinas yang ada di setiap wilayah distrik.

“Dinas harus tata kembali semua petugas lapangan. Mantri tani harus dihidupkan kembali. Kebun-kebun dinas di setiap distrik harus dibuka lagi. Petugas penyuluh lapangan wajib berada di lapangan baik yang berstatus PNS maupun tenaga kontrak.

Penyuluh harus hadir mendampingi semua kelompok tani. Bantu petani tentang bagaimana cara bercocok tanam yang benar. Kalau ini dilakukan maka pembangunan bidang pertanian akan berjalan baik,” ungkap mantan Kepala Dinas Pertanian ini.

Ditambahkan, kehadiran PPL atau mantri tani ditengah masyarakat petani sangat dibutuhkan karena belakangan ini telah terjadi pergeseran pola makan dan karakteristik masyarakat.

Menurutnya, kehadiran program beras Raskin telah menggeser posisi pangan lokal seperti ubi, pisang dan sejenisnya, yang dulunya menjadi makanan pokok masyarakat, kini menjadi makanan yang tidak lagi diminati.

Demikian juga pemberlakuan otonomi khusus (Otsus), ikut pula menggeser karakteristik masyarakat yang dulunya aktif bekerja sebagai petani, menjadi masyarakat yang dimanjakan oleh berbagai bantuan. Olehnya, pendampingan kepada masyarakat petani harus dihidupkan kembali agar ketahanan pangan tetap terjaga. (ISA)

Tinggalkan Balasan