Charles Imbir

Pemda Raja Ampat Didesak Ganti Rugi Lahan Warga

RAJA AMPAT, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Raja Ampat didesak memberikan perhatian serius perihal ganti rugi lahan milik masyarakat adat Raja Ampat, yang dipakai untuk memuluskan pembangunan di daerah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Raja Ampat yang juga Ketua DPC Partai Hanura Raja Ampat, Charles Imbir, Rabu (29/3), mengatakan, Pemda Raja Ampat perlu memperjelas hak masyarakat adat karena ganti rugi lahan milik mereka telah dianggarkan dalam APBD Raja Ampat pada tahun 2016.

Ia menegaskan, demo masyarakat adat suku Moi Maya Raja Ampat, Rabu lalu, salah satunya karena kecewa dengan Pemda karena hak ulayat masyarakat yang telah dipakai untuk membangun tak mendapat ganti rugi.

“Pergantian ganti rugi tanah adat di dalam Kota Waisai dan di wilayah Raja Ampat lainnya sudah dialokasikan dalam APBD Raja Ampat tahun 2016 sebesar 20 miliar rupiah namun hingga APBD berakhir dana tersebut tidak pernah tak sampai ke tangan masyarakat,” kata dia.

Ia mendesak agar penggunaan dana tersebut diusut. Charles juga menyinggung soal ganti rugi tanah adat masyarkat yang dipakai untuk membangun Jalan Lingkar Waigeo. (JOS)

 

Tinggalkan Balasan