logo-kabupaten-manokwari-selatan-provinsi-papua-baratvisualmanokwari.wordpress.co

Pemerintah Manokwari Selatan Rencanakan Pembangunan Kantor Bupati

MANOKWARI SELATAN,CAHAYAPAPUA.com——Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan berencana membangun kembali kantor bupati di lokasi yang ditentukan Undang-undang. Sementara kantor bupati yang saat ini tengah dibangun akan dijadikan kantor pemerintahan lainnya.

“Kantor bupati yang saat ini sedang dibangun memang tidak sesuai Undang-Undang, namun kedepannya kami akan bangun ulang kantor bupati di lokasi yang sebenarnya,” kata Lazarus Indou, Penjabat Bupati Manokwari Selatan kepada Tim Evaluasi Daerah Otonomi Baru saat berkunjung ke daerah itu, baru-baru ini.

Menurut Lasarus, untuk membangun sarana pemerintahan harus memiliki dasar yang kuat, agar semua pihak yang terlibat dalam pembangunannya tidak berurusan dengan persoalan hukum.

Lanjut Lasarus, lokasi baru ini dinilai bisa membangkitkan semangat dan dapat menginspirasi pegawai untuk bekerja lebih giat, karena didukung dengan pemandangan yang indah.

“Di lokasi tersebut kita bisa mendapatkan fiu yang indah. Ini akan memacu para pejabat untuk berkreasi membangun daerah ini,” terang Lazarus.

Rencana pemda tersebut mendapat respon positif dari Direktur Penataan Daerah Otsus dan DPOD Ditje OTDA Tegu Styabudi, selaku Ketua Tim Evaluasi DOB.

Meski dirinya mengaku tidak berkompeten untuk menentukan bisa atau tidaknya pemindahan dilakukan, namun menurutnya selama itu bertujuan baik untuk masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari, maka sangat memungkinkan untuk dilakukan.

Mengingat kantor bupati sudah sementara di bangun, dan telah menelan anggaran yang cukup banyak pada pembangunan tahap pertama, maka Tegu menyarankan agar pemda sebaiknya mendiskusikan dengan semua pihak terkait, supaya rencana pemindahan tersebut tidak menimbulkan permasalahan di kemudain hari.

“Dengan masyarakat adat, DPRD, Inspektorat dan BPKP dan syukur-syukur kalau BPK juga terlibat dalam pembahasannya. Ini untuk mengantisipasi adanya kekeliruan penggunaan anggaran,” terangnya.

Kantor Bupati Mansel mulai dibangun sejak tahun 2014 lalu, pembangunan tahap pertama telah menelan biaya sebesar Rp 5 miliar lebih. Rp 4, 7 miliar diambil dari dana DAK ditambah dana pendampingan sebesar 10 persen.

Kantor tersebut dibangun di dalam kawasan Master Plan Perkantoran Kabupaten Mansel yang letaknya bergeser sekitar 2 km dari lokasi yang termuat dalam undang-undang.

Menurut mantan Penjabat Mansel, Edi Budoyo, pergeseran dilakukan karena lokasi Bondi tepat diatas patahan Sesar Ransiki yang bersinggahan dengan Sesar Sorong.

“Menurut data yang kami dapat bahwa lempengan di bawah Bondi ada patahan, dan patahan tersebut bersingungan dengan patahan lempengan Sorong, dan sebelum dipindahkan juga sudah dilakukan sosialisasi kepada banyak pihak, termasuk para tetua Adat dan Pemilik Hak Ulayat serta stekholder di Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan,” kata Edi saat dikonfirmasi wartawan. |SUTANTO