Ilustrasi. | Ist

Pemerintah Perlu Tingkatkan Kesejahteraan Guru

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com–Pemerintah pusat maupun daerah hendaknya berani mengambil terobosan untuk bisa mengangkat nasib para guru berpenghasilan rendah termasuk mereka yang berstatus guru bantu juga honorer.

Tunjangan penghasilan lewat dana sertifikasi maupun insentif dalam bentuk lain yang disediakan Pemda selama ini memang sudah cukup menolong para guru. Namun, semua itu belum mampu membebaskan para guru dari belenggu kemiskinan. Intervensi pemerintah sangat dibutuhkan agar para pendidik itu bisa menikmati kesejahteraan hidup.

Harapan ini dikemukakan para guru di Kabupaten Manokwari usai mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-69, Selasa (25/11) di halaman eks kantor bupati Manokwari.

“Perhatian kepada guru sudah semakin baik. Harapannya, ke depan bisa terus baik sehingga bisa merubah nasib guru. Kami minta ada tambahan insentif bagi guru supaya bisa ada perubahan agar bisa menjalankan tugas dengan baik, “ kata Petronela Sarumi, guru SD YPK 05 Sanggeng.

Wanita yang sudah 28 tahun menjadi pendidik ini menilai, dunia pendidikan di Manokwari saat ini sudah semakin membaik. Meski begitu, masih banyak aspek yang perlu terus diperbaiki agar kualitas pendidikan di daerah ini bisa meningkat sehingga bisa setara dengan daerah-daerah lain yang sudah lebih maju.

“Mudah-mudahan ada perubahan ke depan sehingga nasib para guru dan nasib anak-anak didik bisa lebih baik sehingga pendidikan bisa berjalan sebagaimana yang dicita-citakan oleh negara yaitu untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, “ ucap Petronela.

Ketua PGRI Kabupaten Manokwari Lukas Weno mengakui, tunjangan sertifikasi telah cukup membantu kesejahteraan para guru. Guru yang sudah bersertifikat kini bisa mendapat tambahan penghasilan sebesar satu setengah kali dari gaji pokok masing-masing.

Dia sendiri berharap, tambahan penghasilan tersebut bisa memacu semangat para guru untuk bekerja secara maksimal di manapun dia ditempatkan. Para guru, lanjut Weno, harus menunjukkan profesionalitas dalam bekerja sehingga layak menjadi panutan bagi para siswa.

“Jangan sampai dia mendapat gaji besar tapi dia hanya tinggal di rumah. Dengan semangat HUT PGRI ini kami minta guru melaksanakan tugas dengan baik agar bisa melahirkan generasi muda ke depan menjadi lebih baik, “ ujar kepala SMUN 01 Manokwari ini.

Tunjangan Profesi Guru

Bupati Bastian Salabai menyatakan, perbaikan kesejahteraan guru tetap akan mendapat perhatian khusus Pemkab Manokwari. Dalam APBD-P 2014 yang saat ini sedang dalam pembahasan di DPRD misalnya, tersedia alokasi untuk tunjangan profesi guru.

Bupati mengklaim, anggaran untuk tunjangan profesi guru dalam APBD-P 2014 lebih tinggi dibanding alokasi pada tahun lalu. Ini dilakukan dengan harapan etos kerja para guru bisa lebih meningkat.

“Karena kami tahu guru berhak untuk mendapat perhatian karena mereka yang mendidik anak-anak Indonesia menjadi generasi terbaik untuk tanah air kita, “ ujar Salabai yang tampil sebagai inspektur upacara peringatan HUT PGRI.

Upacara HUT PGRI diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di kota Manokwari. Usai upacara bendera dilanjutkan dengan ziarah ke taman makam pahlawan. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan