Ilustrasi. Foto: Ist

Pemilik Akui Tangki Siluman Sering Beroperasi di SPBU Ini

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Pemilik Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di tak jauh dari Pertamina Manokwari, mengaku, sudah sering menegur pengguna BBM di SPBU itu yang sering menggunakan tangki modifikasi untuk menambah jumlah BBM dalam satu kali pengisian.

Manajer SPBU tersebut yang biasa dikenal sebagai SPBU Codo, Yance, mengatakan, biasanya satu kendaraan mobil yang memakai tangki siluman akan mengisi BBM sekitar 100 liter lebih dalam satu kali pengisian.

“Padahal mobil standar tidak punya kapasitas tampung BBM sampai 100 liter,” kata Yance yang dihubungi CAHAYAPAPUA.com, Kamis (20/11/2014).

Yance mengaku sudah menjadi rahasia umum jika SPBU tersebut merupakan lokasi para pengguna angki siluman. Ia mengaku sudah sering memperingatkan pemilik kendaraan tangki siluman agar menghentikan aktifitas mereka, namun tidak berefek.

“Saya sulit mengambil tindakan karena tidak ada pendukung. Saya tidak menginginkan hal tersebut karena alat kita itu bukan untuk mengisi BBM ratusan liter, karena meter tersebut dibuat untuk kisaran kendaraan umum, dan itu dapat membuat rusak alat saya. Kalo rusak tetap saya yang tanggung,” jelasnya.

Ia menuding ada oknum pihak berwenang yang bermain dibalik maraknya tangki siluman yang beroperasi di SPBU tersebut.

Seorang sopir di Manokwari yang tak mau namanya dikorankan karena alasan keamanan mengatakan, SPBU Codo sudah dikenal sebagai SPBU mobil tangki siluman. Ia mengatakan, mobilnya yang menggunakan solar sering mengantri di SPBU Codo namun ia akhirnya harus menelan pil pahit karena kehabisan solar. Padahal mereka telah antri berjam-jam, kadang dari jam 7 pagi hingga jam 11 siang.

“Kalo kita mobil-mobil begini (gardan ganda) tidak bisa isi disana, karena itu untuk mobil-mobil tab saja. Jadi kita jelas gak dikasih. Kita antri disini saja (SPBU Jalan Baru, red), biar lambat tetap dapat,” kata dia. “Solar disitu cepat habis.”

Secara terpisah Operation Head Pertamina Manokwari, Smith Yuliansyah, mengatakan penimbunan dan penyelewengan BBM merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang MIGAS.

” Pasal 53 UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas menyatakan barang siapa yang menyimpan, menimbun BBM dengan tujuan menyalahgunakan BBM tersebut akan dikenakan hukuman pidana selama 3 tahun penjara dan denda sebanyak 30 miliar,” jelas dia. Namun dia mengatakan, tugas menindak ada ditangan aparat berwajib.

Smith juga menegaskan bahwa tiap SPBU yang sengaja menjual dengan mempunyai tujuan untuk menimbun akan dikenakan pasal pasal terkait.

Meski demikian, menurut Smith, tugas Pertamina hanya mengoptimalkan BBM yang dipasoknya ke tiap SPBU aman dan lancar. Menurut dia jika BBM tersebut sudah berada di SPBU maka BBM tersebut milik SPBU terkait.

Senin (17/11/2014) lalu, Presiden Joko Widodo resmi mengumunkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Premium dari Rp. 6.500 menjadi 8.500 per liter, sementara solar dari Rp. 5.500 menjadi 7.500. Kenaikan ini menimbulkan reaksi dari masyarakat karena dampak kenaikan BBM akan berimbas pada naiknya harga bahan-bahan pokok. |ADITH SETYAWAN

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan