Produksi sawit papua barat

Pemilik Hak Ulayat Hadiri Pembahasan Dokumen Amdal PT PUA

TEMINABUAN, CAHAYAPAPUA.com– Komisi Penilai Amdal (KPA) Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) membahas dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Perusahaan kelapa sawit PT Persada Utama Agromulia (PUA) yang membuka perkebunan kelapa sawit di wilayah Distrik Wayer dan Distrik Kais Darat.

Pembahasan dokumen Amdal dalam Sidang KPA yang berlangsung di Gedung Dharma Wanita, Senin (9/11/2015) dibuka secara resmi oleh Plt. Sekda, Drs. Ajis, M.Si dengan dihadiri para pemilik hak ulayat dari Distrik Wayer dan Distrik Kais Darat.

Masyarakat pemilik hak ulayat dihadirkan dengan dipimpin kadistrik masing-masing yakni Kadistrik Wayer, Frangky Susim, S.Sos dan Kadistrik Kais Darat, Melkianus Dare.

Selain itu hadir juga tenaga tekhnis dari SKPD terkait dan akademisi termasuk staf Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Papua Barat juga dihadirkan dalam sidang KPA tersebut.

Usai dibuka oleh Plt Sekda, Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, dr. Yusuf Sipayung yang juga sebagai Ketua KPA Kabupaten Sorsel langsung memimpin jalannya sidang.

Setelah PT PUA mempresentasikan dokumen Amdal, masyarakat dari dua distrik menyampaikan beberapa hal penting. Masyarakat pemilik hak ulayat meminta PT PUA menghargai dan mentaati adat mereka.

Batas lahan antara pemilik hak ulayat, baik perorangan maupun marga yang satu dengan lainnya harus dipertegas kembali sebelum perusahaan beroperasi, sehingga tidak menimbulkan masalah.
Selain itu luas areal yang digunakan perusahaan harus diketahui setiap orang atau marga.

Pihak perusahaan juga diminta harus jujur soal kayu yang akan dibeli perusahaan berkaitan dengan pembukaan lahan kelapa sawit.

“Jangan sampai kayu masyarakat yang sudah terlanjur ditebang tidak dimanfaatkan dan dibiarkan busuk. Kami minta kepada pihak perusahaan untuk mengikuti proses tahapan adat secara baik, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas mereka.

Menanggapi aspirasi masyarakat pemilik hak ulayat, Direktur Operasional Indonusa Grup yang membawahi PT PUA Togar Siahaan menjelaskan perusahaan sudah merencanakan tahapan kegiatan pra konstruksi dan konstruksi yang akan dilaksanakan.

Pembahasan dokumen Amdal ini merupakan tahapan yang harus dilalui setiap perusahaan yang akan menanamkan modalnya di Kabupaten Sorsel. Untuk itu pihaknya berkomitmen akan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat adat pemilik hak ulayat. |NASIR|BUSTAM