Martinus Furima, SE

Pemimpin Papua Barat perlu satukan komitmen 

KAIMANA, Cahayapapua.com— Pemimpin Papua Barat, bersama para bupati dan walikota perlu membangun komitmen bersama untuk membangun Papua Barat ke arah yang lebih maju. Potret kemiskinan yang selama ini menempatkan Papua Barat pada urutan pertama se-Indonesia, harus diganti dengan kata ‘sejahtera’ yang menjadi tujuan utama terbentuknya Provinsi Papua Barat.

Harapan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM Kaimana, Martinus Furima, SE menanggapi perkembangan Papua Barat pada usia yang sudah mencapai 18 tahun saat ini. Kepada Cahaya Kaimana di ruang kerjanya, belum lama ini, Furima mengatakan, usia 18 tahun pada 12 Oktober 2017, merupakan usia yang sudah matang dalam catatan perjalanan sebuah pemerintahan.

Dengan usia yang sudah memasuki 18 tahun ini, Papua Barat harus lebih maju dan berkembang dari sebelumnya. Kemajuan itu bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi bagaimana masyarakat yang ada diatasnya bisa menikmati hidup sejahtera. Untuk mencapai itu, para pemimpin wilayah di Papua Barat, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota harus bisa membangun komunikasi dan koordinasi yang baik, untuk sama-sama memajukan Papua Barat.

“Harapan kami di usia yang ke 18 saat ini, Papua Barat tidak lagi ada dalam urutan pertama kemiskinan. Kita harus maju dan berkembang, pelayanan pemerintahan dan pembangunan juga harus berkualitas sehingga tujuan utama pembentukan Provinsi Papua Barat bagi kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud. Para pemimpin harus bisa membangun kerjasama dengan baik,” pesan Furima.

Lebih jauh ia juga berharap, agar persoalan politik yang selama ini masih menghalangi proses pelayanan pemerintahan dan pembangunan ditinggalkan. Setiap pemimpin harus bijak melihat semua persoalan masyarakat, tanpa harus melakukan tindakan pengkotak-kotakkan. “Politik memang merusak banyak hal. Kalau boleh jangan bawah urusan politik itu ke masyarakat, tinggalkan itu di tempatnya. Kita tidak bisa terus berada pada titik yang kurang menguntungkan seperti saat ini, sudah saatnya Papua Barat bangkit dari keterbelakangan,” tegas putra asli Kaimana asal Teluk Arguni ini.

Menutupnya, Furima juga mengajak seluruh masyarakat di Papua Barat, agar tidak lagi melakukan aksi yang menghambat jalannya pembangunan. Jika pola demonstrasi, pemalangan atau tindakan anarkis lainnya masih dilakukan maka sampai kapan pun Papua Barat tidak akan maju. “Kita harus berpikir lebih maju, jangan lagi menyelesaikan masalah dengan kekerasan,” tutupnya. (isa)

Tinggalkan Balasan