Kantor bupati Manokwari. Foto: Flikr.com

Pemkab Manokwari Tuntaskan Pembayaran Proposal pada 2016

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Manokwari Ferry Lukas mengakui masih banyak proposal permohonan bantuan dari masyarakat yang belum bisa dibayar oleh Pemda meskipun telah ada disposisi dari bupati.

Kemampuan keuangan daerah yang terbatas pada tahun ini membuat pihaknya terpaksa menunda pembayaran. Karena itu sesuai instruksi Bupati Bastian Salabai, proposal yang telah mendapat disposisi baik dari Bupati maupun Wakil Bupati, baru akan dibayarkan pada 2016.

DPPKAD telah mengeluarkan surat edaran kepada semua SKPD agar semua disposisi yang dikeluarkan pada tahun ini dialihkan pembayarannya pada tahun anggaran berikut.

“Karena dengan perubahan (APBD-P) pun tidak bisa kita bayarkan. Sudah ada kesepakatan dengan Bapak Bupati, yang belum sempat dibayar tetap dibayarkan, tapi dialihkan ke 2016, “ kata Ferry di kantor bupati di Sowi Gunung, Selasa (29/9/2015).

Seperti pernah diberitakan, sejumlah kelompok masyarakat telah berulang kali melakukan aksi di kantor bupati mempertanyakan kejelasan pembayaran proposal bantuan dana yang telah mereka ajukan.

Bahkan, masyarakat di distrik Warmare sampai menghadang rombongan Bupati yang akan pulang menuju Manokwari setelah melakukan kegiatan di Prafi belum lama ini. Massa menuntut Bupati memerintakan Dinas PPKAD segera mencairkan dana karena proposal mereka sudah mendapat disposisi dari orang nomor satu Manokwari.

Bupati sendiri sebelumnya juga pernah marah-marah lantaran disposisi merah dengan kop burung Garuda yang dikeluarkannya seakan-akan diabaikan oleh Dinas PPKAD. Penyebab utamanya ternyata karena anggaran Pemda yang minim akibat banyaknya pengeluaran daerah pada tahun ini.

Salah satunya adalah untuk membiayai penyelenggaraan Pilkada serentak, di mana Pemkab Manokwari menggelontorkan 32 miliar untuk KPUD, Panwaslu, pihak keamanan dan juga Badan Kesbangpol dan Linmas. |ZACK TONU BALA