Lukas Leatemia

Pemprov Buka Pengaduan Layanan Publik Dinomor 0811-4855-555

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat, meluncurkan pelayanan informasi dan pengaduan (Pinang) Papua Barat melalui program Short Message Service atau SMS pengaduan masyarakat.

Kepala Bagian Kepegawaian dan Pendayagunaan Aparatur Biro Organisasi Sekretariat Daerah Papua Barat, Lukas Leatemia mengatakan SMS pengaduan layanan informasi dan pengaduan masyarakat merupakan satu bentuk inovasi layanan publik kepada masyarakat terhadap pelayanan publik daerah ini.

“Intinya program ini untuk mendekatkan masyarakat dengan pemerintah provinsi,”kata Lukas pada kegiatan peluncuran yang dilaksanakan di ruang rapat sasana Krida Kantor Gubernur, Selasa (29/3).

Dia menjelaskan, program ini memberikan akses serta kemudahan kepada masyarakat untuk menyampaikan aduan meyangkut layanan publik di provinsi ini.

Program ini, lanjut lukas dijalankan melakui sistem teknologi komunikasi yang saling terintegrasi. Masyarakat dapat menyampaikan keluhan, pengaduan dan informasi layanan publik melalui SMS ke nomor layanan pinang 0811-4855-555.

SMS yang terkirim, katanya, akan masuk di software SMS yang dijalankan oleh operator layanan. Selanjutnya SMS itu langsung dilanjutkan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti oleh instansi yang diadukan atau diberi informasi.

“Misalnya ada kebakaran seperti yang terjadi baru-baru ini di belakang toko Berdikari, mereka SMS ke kami, kami akan lanjutkan SMS tersebut ke operator pemadam kebakaran Dinas Penanggulangan Bencana untuk segera direspon langsung turun ke lokasi kebakaran,” kata Lukas.

Dia menyebutkan, tidak semua aduan atau informasi secara otomatis dapat dilanjutkan ke instansi terkait. Informasi itu akan diseleksi untuk menghindari penyalahgunaan layanan SMS pada program ini.

Sekretaris Daerah sebagai penaggungjawab pelaksanaan program ini, memiliki peran penting terhadap pengawasan layanan informasi dalam program tersebut. Untuk mempermudah pengawasan dan pengambilan keputusan, pihaknya akan memasang layar pengaduan di ruang kerja Sekda.

“Ada layar SMS pengaduan yang dipasang diruang kerja bapak Sekda, jadi bapak Sekda akan lihat mana yang akan kita respon dan mana yang tidak. Jangan sampai ada SMS pengaduan yang sifatnya disengaja untuk menyebarkan informasi yang mengarah pada provokasi dan lain sebagainya,” ujarnya menambahkan.

Dia mengungkapkan, program layanan ini dibuat secara sengaja untuk mempermudah pimpinan daerah ini untuk melakukan pemantauan terhadap kinerja layanan publik di setiap instansi dilingkungan pemerintah provinsi papua barat.

Dia menambahkan, layanan ini sekaligus untuk mempermudah pimpinan daerah mengetahui kinerja dari setiap pimpinan SKPD. “Itu kita sengaja buat, supaya kita lihat, pimpinan SKPD dia tanggap atau tidak terhadap situasi yang terjadi terkait layanan publik sesuai tugas pokok dan fungsinya,” ujarnya.

Lukas berharap program dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal proses pembangunan serta mewujudkan pemerintahan yang baik.

Kedepan, pihaknya akan mengembangkan sistem ini melalui kerjasama kepada lembaga lain seperti, Badan Pusat Statistik (BPS), perguruan tinggi, Ombudsman, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, TNI serta Polri. Sehingga program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat benar-benar dinikmati serta tidak menimbulkan kesenjangan antara antara pemerintah dengan masyarakat. (ICL)

Tinggalkan Balasan