Seorang pelajar SMK Kehutanan melihat kantor yang diblokade pemilik tanah ulayat BLK Manokwari, Selasa (31/1). Seluruh fasilitas pemerintahan di kompleks tersebut, kecuali SMK Kehutanan, kembali diblokade pemilik ulayat yang kecewa dengan sikap pemerintah yang belum menjawab tuntutan mereka, sesuai akta perdamaian yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Manokwari.

Pemprov diharap turun tangan buka blokade ruang kantor SMK Kehutanan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat diminta turun tangan untuk membuka blokade sejumlah ruang kantor SMK Kehutanan Manokwari yang terletak di kompleks Balai Latihan Kerja Manokwari. Blokade sudah terjadi sejak tiga pekan lalu.

Ruang kantor SMK Kehutanan yang terdiri dari ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang umum, ruang administrasi, ruang perlengkapan dan ruang kepegawaian masih diblokade.

Blokade dilakukan masyarakat pemilik ulayat yang menuntut pemerintah segera menyelesaikan proses penerimaan sejumlah anggota masyarakat pemilik ulayat, menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan kementerian kehutanan dari hingga ke daerah.

Kepala Sekolah SMK Kehutanan Manokwari Nelles Kapitarauw mengatakan, blokade ruang kantor masih berlangsung dan itu menganggu proses belajar mengajar di SMK Kehutanan, yang saat ini sedang melangsungkan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK).

“Untuk saat ini kami hanya menggunakan kelas yang masih dibuka untuk dijadikan kantor dan ruang tata usaha dan lainnya. UKK dilakukan menggunakan ruangan yang masih dibuka saja, ” ujar Nelles kepada Cahaya Papua, Senin (19/2).

Nelles mengatakan, saat ini pihak sekolah sedang melangsungkan ujian teori dan hari ini rencananya berlangsung ujian praktek Ujian Kompetensi Keahlian yang akan berlangsung hingga 26 Februari 2017.

Nelles berharap Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, segera melakukan negosiasi dengan warga yang menutup ruangan SMK, karena setelah UKK, pada April nanti akan juga digelar ujian nasional.

“Untuk UKK sendiri sementara ini tidak ada masalah, karena masih ada kelas lain yang bisa digunakan. Untuk hari ini (kemarin, red) hanya teori dan besok (hari ini, red) langsung praktek sesuai dengan jurusan masing-masing, ” tambah Erik, seorang guru di SMK Kehutanan Manokwari.

Erik mengatakan, pihak sekolah melalui kepala sekolah telah berusaha untuk mencari jalan keluar penyelesaian blokade tersebut, namun sampai saat ini belum menemui titik terang.

Seperti Nelles, Erik berharap pemerintah segera mencari jalan keluar agar proses ujian nasional pada April 2018 tidak terganggu.

Seorang siswa SMK Kehutanan Rahmatia mengatakan, penutupan sejumlah ruang kantor tidak mengganggu proses belajar mengajar di kelas, namun ia meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah tersebut agar sekolahnya tidak diblokade lagi. |Safwan Ashari Raharusun

Leave a Reply

%d bloggers like this: