Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Max L Sabarofex.

Pemprov kucurkan Rp25 Miliar kembangkan Bandara Marinda 

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Provinsi Papua Barat tahun ini mengucurkan anggaran sebesar Rp.25 miliar untuk mengembangkan bandar udara Marinda, Waisai, Raja Ampat.

“Kegiatan atau proyeknya sedang dalam tahap tender. Semoga segera ada pemenang sehingga kontrak kerjanya bisa kita tandatangani untuk memulai pembangunan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Max L Sabarofex di Manokwari, Selasa.

Dia mengutarakan, anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun sisi darat kebandaraan. Antara lain jalan penghubung dari bandara menuju rumah pegawai, pembangunan jembatan dan jalan masuk menuju Bandara, panggar pengaman dan pemasangan bronjong tepi sungai.

Perpanjangan runway atau landasan pacu Bandara, ujarnya melanjutkan, belum bisa dilaksanakan. Tahun ini pembangunan difokuskan pada sisi darat Kebandaraan.

“Pembangunan Bandara Marinda akan kita kroyok bersama pemerintah pusat. Kita belum masuk pada runway, barang kali nanti ada alokasi anggaran dari pemerintah pusat,” sebutnya lagi.

Menurutnya, pembangunan Raja Ampat bukan hanya menjadi perhatian pemerintah daerah. Infrastruktur transporasi akan terus dilaksanakan secara bertahap.

“Tahun ini kita mulai dari sisi darat, sehingga kalau sudah saatnya runway dan terminal bandara dikembangkan semua sudah aman,” kata Max.

Bandara Marinda, lanjutnya, saat ini sudah beroperasi untuk melayani pesawat jenis ATR. Perpanjangan runway akan dilakukan agar bisa diterbangi pesawat berbadan besar.

Bandara tersebut saat ini sudah memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter.  Pemerintah pusat sudah merencanakan perpanjangan runway bandara ini.

“Kita ingin, kelak ada penerbangan langsung Jakarta-Waisai, Manado-Waisai, Makassar-Waisai dan bahkan ada penerbangan langsung dari luar negeri,” pungkasnya. (ibn)

Tinggalkan Balasan