Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua Barat, Kombes Pol Parlindungan Silitonga.

Penahanan lima warga Tiongkok diperpanjang

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepolisian Daerah Papua Barat memperpanjang masa penahanan bagi lima warga Tiongkok yang diduga terlibat dalam kasus pertambangan emas ilegal di Tambrauw.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda  Papua Barat Kombes Pol Parlindungan Silitonga mengatakan, masa penahanan lima tersangka ini ditambah 40 hari untuk melengkapi alat bukti kasus tersebut.

Dia menyebutkan, beberapa penyidik saat ini  iberangkatkan ke Makassar – Sulawesi Selatan, untuk melakukan uji kadar emas yang diamankan. Ia optimistis, dua pekan kedepan kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan.

Selain menangani perkara lima tersangka masing-masing, Wu Haian,Wu Dongping,Wu Bajin,Wu Shijun dan Zheng Lianghua ini, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan. “Kami masih mencari pihak yang mendatangkan mereka ke sini. Kami sudah mengantongi satu nama,” katanya.

Satu orang tersebut berinisial C. Polisi sedang mencari tahu keberadaan pria yang diduga juga berkewargaan Tiongkok tersebut. Polda terus berkoordinasi dengan kantor Imigrasi Manokwari. Pihaknya berupaya maksimal agar kasus ini terungkap dan seluruh pelaku tertangkap. “Lima orang ini hanya sebagai pekerja, yang mempekerjakan dan yang mendatangkan mereka ini yang sedang kita kejar,”jelasnya.

Dia menambahkan, sejumlah alat bukti sudah diamankan, diantaranya alat berat seperti exafator yang digunakan pelaku. Dari keterangan sementara, barang bukti tersebut bukan milik pelaku,melainkan sewaan.

Lima warga asing ini tertangkap pada operasi yang laksanakan pasa 21 September 2017. Selain melakukan pelanggaran pidana, diduga mereka juga melanggar aturan keimigrasian,sebab mereka hanya mengantongi pasport. Polisi sempat mengalami kesulitan dalam melakukan pemeriksaan, sebab kelimanya tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia. (IBN)

Tinggalkan Balasan