Penangkapan simpatisan ISIS, Danrem: bukti kelompok radikal ada di PB

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Penangkapan seorang simpatisan di Sorong beberapa waktu lalu dinilai sebagai bukti bahwa kelompok radikal ada di Papua Barat. Hal ini disampaikan Danrem 171/Prajaviratama/Sorong Brigjen Pol Ignatius Yogo Triyono di Manokwari, Rabu.

Danrem mengapresiasi kerja cepat Polri dalam mengendus serta mengamankan pria berinisial BA yang diduga sebagai pendukung kelompok ISIS tersebut.

Ia mengimbau warga, lebih waspada dan tidak terbujuk ajakan untuk mendukung kelompok ISIS maupun kelompok radikal yang lain serta melakukan teror di wilayah ini.

“Bodoh kalau kita mengikuti paham ISIS. Pemahaman ISIS jelas-jelas salah, tidak ada agama mana pun yang menganjurkan pembunuhan,” kata dia.

Ia mengajak seluruh warga bersatu bersama-sama dengan Polri dan TNI mencegah penyebaran kelompok radikal di Papua Barat. Papua Barat sudah cukup aman, tak ingin kelompok radikal menimbulkan kekacauan.

Selaras dengan kinerja Polri, kata Danrem, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi teritorial TNI. Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Komando Rayon Militer (Koramil) terus digenjot untuk mencegah penyebaran paham radikal dan aksi teror.

“Kita jugakan punya pasukan Raider Khusus di Batalyon 752. Mereka sudah disebar ke seluruh pos untuk mencegah aksi teror,” ujarnya.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) dan penerintah daerah. Hal itu dilakukan untuk membatasi ruang gerak pelaku penyebar paham radikal di daerah ini.

“Selama ini sudah sangat bagus, kita sudah saling berbagi informasi tentang segala hal yang terjadi di masyarakat,” sebutnya. (ibn)

Tinggalkan Balasan