Tim SAR gabungan dari Badan Sarnas Manokwari, TNI, Polri, Orari dan Rapi melakukan pencarian penambang emas yang hanyut di Manokwari sejak 6 November lalu.

Pencarian korban hanyut di Masni  terkendala cuaca

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pencarian penambang emas yang hanyut di Sungai Waserawi Distril Masni Kabupaten Manokwari, terkendala masalah cuaca.

“Untuk sementara pencarian kita hentikan. Dilokasi sedang hujan cukup lebat,” kata Kepala Kantor Sar Nasional Manokwari Ludiyanto di Manokwari, Jumat.

Dia menjelaskan, pencarian dalam kondisi hujan cukup riskan, mengingat volume atau arus sungai meningkat dibandingkan saat cuaca normal.

Ludy menjelaskan, sesuai ketentuan upaya pencarian akan dilakukan selama tujuh hari. Namun dengan beberapa pertimbangan sesuai kondisi di lapangan pencarian bisa ditutup dalam tiga hari meskipun korban belum ditemukan.

“Misalnya jika tidak ada indikasi atau jejak keberadaan korban atau pertimbangan khusus lainya, pencarian bisa kita tutup,” katanya lagi.

Dari awal proses pencarian tersebut, lanjutnya tim sudah mengalami kendala,  karena pelapor yang merupakan rekan korban dinilai tidak kooperatif.

“Pelapor kabur saat kami mengajaknya untuk sama-sama melakukan pencarian,” ujarnya.

Badan Sarnas, katanya terus berkoordinasi dengan Kepolisian serta instansi lain dalam tim gabungan tersebut.

Pada Senin (6/11) dua orang penambang emas ilegal yakni Wawan dan Ganden, hanyut saat menyeberang Muara Sungai Waserawi, Masni Manokwari. Ganden berhasil menyelamatkan diri namun wawan terbawa arus hingga menghilang dalam peristiwa tersebut.

Selain personil Basarnas dan Kepolisian, TNI Orari dan Rapi terlibat dalam pencarian. Hingga Jumat (10/11) tim Sar Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan Wawan. (ibn)

Leave a Reply

%d bloggers like this: