Lambang Daerah Papaua Barat

Pencipta Lambang Daerah Papua Barat Tuntut Royalti 25 Miliar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Banyak mungkin yang belum tahu asal muasal lambang yang kini digunakan sebagai lambang daerah Provinsi Papua Barat. Lambang daerah tersebut adalah, hasil karya seorang seniman Papua, Pieter Mambor. Meski karya seniman asal Kabupaten Teluk Wondama itu telah dipakai sebagai lambang provinsi Papua Barat.

Namun, hak (royalti) atas karyanya belum dihargai alias dibayar oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Pieter Mambor menumpuh upaya hukum untuk mendapatkan haknya tersebut.

Melalui Kuasa Hukumnya, Yan Christian Warinussy, Pieter Mambor melakukan somasi kepada Gubernur Papua Barat, Abraham O.Atururi. Pemberitahuan hukum itu disampaikan melalui surat tertanggal 10 Juni 2015.

“Ditujukan kepada Gubernur Papua Barat untuk membayar royalti dari hak cipta klien saya. Pembayaran dimaksud terkait pemakaian dan penggunaan logo dan lambang daerah Propinsi Papua Barat,” kata Warinussy, Selasa (20/10/2015).

Menurut Warinussy, logo dan lambang tersebut sudah lebih dari 10 tahun digunakan. Dengan secara melawan hukum sekaligus melanggar hak cipta berdasarkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

“Di dalam pemberitahuan hukum itu telah menyampaikan kesediaan kami untuk membicarakan dan menegosiasikan soal tersebut dengan Gubernur dan menunggu responnya hingga berjalan lebih dari 3 (tiga) bulan sejak Juni 2015,” ujarnya.

Lambang daerah tersebut telah digambar oleh Pieter Mambor pada 9 Oktober 2004 lalu. di Rumah Kediaman Gubernur papua Barat, Abraham O. Atururi di Jalan Karya ABRI Sanggeng-Manokwari.

Namun upaya ini tidak mendapatkan respon dari gubernur Papua Barat maka pada 28 September 2015 telah mengajukan Somasi Pertama agar gubernur mau memenuhi kewajibannya.

Dengan membayar royalti yang diperhitungkan setiap tahun sejumlah Rp.2,5 Milyar sehingga, 10 tahun penggunaan lambang daerah tersebut, maka royalti yang harus dibayar sebesar Rp.25 Milyar rupiah secara tunai dan lunas.

“Bilamana hal tersebut tidak dilakukan maka, kami akan melayangkan somasi berikut dilanjutkan dengan gugatan secara hukum menurut Undang Undang Hak Cipta ke Pengadilan Niaga,” tandasnya.|RASYID FATAHUDDIN|BUSTAM