Para calon orang tua siswa mengadukan nasib anak mereka ke Dinas Pendidikan Manokwari, Selasa kemarin, setelah penerimaan calon siswa baru sejumlah SLPT ditutup lebih awal dari jadwal.

Pendaftaran SLTP ditutup, Ortu pertanyakan nasib anak ke Disdik

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sejumlah orang tua (ortu) murid, Selasa (4/7) kemarin, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Manokwari di Jalan Pahlawan.

Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan dari kepala Dinas Pendidikan soal penutupan pendaftaran siswa baru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama atau SLTP negeri dan swasta, lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan pemerintah.

“Kenapa  penerimaan siswa di SLTP dibatasi dan ditutup lebih awal dari jadwal yang ditentukan pemerintah yakni Kamis 6 Juli 2017,” tanya Yosina Pidai, salah satu orang tua murid saat ditemui Cahaya Papua di Kantor Dinas Pendidikan.

Yosina mengaku telah mendaftarkan anaknya di SLTP Negeri 01 Manokwari, namun ditolak dengan alasan nilainya kurang mencukupi dari yang telah ditentukan pihak sekolah.

“Saya kira itu alasan saja, karena pendaftaran ditutup lebih awal. Sekolah beralasan ruang kelas terbatas begitupun jumlah gurunya sehingga membatasi jumlah siswa baru,” tudingnya.

Kepala Dinas Pendidikan Manokwari, Barnabas Dowansiba saat dikonfirmasi menyatakan, siap menjamin apa yang menjadi keluhan orang tua murid.

“Berkas siswa yang tidak diterima di sejumlah sekolah, akan kami rasionalkan berdasarkan tempat tinggal siswa. Itu cara yang kami lakukan juga pada tahun sebelumnya,” jelas dia.

Tak hanya itu, Barnabas mengungkap segera akan memanggil kepala sekolah SLTP untuk membahas siswa baru yang belum tertampung.

“Keputusannya hari Kamis 6 Juli 2017 ini. Nanti kita tetapkan mereka yang belum tertampung berdasarkan rayon atau tempat tinggal siswa sehingga orang tua siswa dapat mengontrol anaknya usai pulang sekolah,” tandasnya.

Pantauan Cahaya Papua ini, aksi sejumlah orang tua siswa baru sempat diwarnai keributan, namun akhirnya redam setelah mereka mendapat keterangan langsung dari kepala dinas pendidikan. (one)

 

Tinggalkan Balasan