Waspada kaki Gajah

Penduduk Manokwari Diharuskan Minum Obat Filariasis

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dalam rangka mencegah penyebaran penyakit kaki gajah, semua masyarakat kabupaten Manokwari diharapkan bersedia minum obat anti penyakit kaki gajah (filariasis).

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan bulan Oktober sebagai bulan eliminasi kaki gajah secara nasional. Di tingkat provinsi, Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi juga telah mencanangkan gerakan pembasmian kaki gajah yang dipusatkan di distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan pekan lalu.

Selanjutnya untuk Kabupaten Manokwari, pencanangan rencananya akan dilakukan oleh Bupati Bastian Salabai pada 15 Oktober mendatang di distrik Tanah Rubuh.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Hendri Sembiring, dalam pencanangan nanti, Bupati akan menandai dengan minum obat anti kaki gajah diikuti oleh semua pejabat Pemda yang hadir.

“Kami himbau setelah dilouncing, seluruh masyarakat harus menuju ke Puskesmas untuk mengambil obat untuk eliminasi penyakit kaki gajah. Karena kita termasuk daerah endemik, “ ujar Sembiring di kantor DPRD Manokwari, Jumat siang.

Distrik Tanah Rubuh dipilih sebagai lokasi peluncuran bulan eliminasi kaki gajah karena merupakan daerah yang banyak ditemukan kasus kaki gajah.

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing dan nyamuk. Penyakit ini mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu seperti pada kaki, tangan, payudara, bahkan biji pelir. Para penderita umumnya tidak bisa lagi beraktivitas secara normal.

Menurut Sembiring, pada 2009, pernah dilakukan pengobatan sampai tuntas dengan mendatangi semua penderita. Dalam beberapa kasus, penderitanya bahkan sampai dirujuk ke Makasar untuk mendapat perawatan hingga sembuh.

Mulai tahun ini, atas kebijakan Presiden Jokowi, pencegahan kaki gajah dilakukan secara terpadu selama 5 tahun dengan mewajibkan semua penduduk minum obat tiap tahun pada setiap bulan Oktober.

“Kalau dulu, yang kena dia yang minum obat. Sekarang ini bukan hanya pengobatan tetapi juga pencegahan dengan minum obat sekali se tahun sampai dengan 2020. Jadi yang tidak kena pun harus minum obat untuk pencegahan, “ujar pria yang sudah 10 tahun memimpin Dinas Kesehatan Manokwari ini. |ZACK TONU BALA