Ribuan massa pendukung Aiptu Labora Sitorus melakukan aksi unjukrasa di Kota Sorong, Senin (9/2/2015), meminta agar penegak hukum tidak mengeksekusinya. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Pendukung Labora ke Jaksa: Mereka Sering Ketemu Labora Kok

SORONG,CAHAYAPAPUA.com— Ribuan Karyawan PT Rotua, Senin (9/2/2015), menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kantor Distrik Sorong Barat. Dalam aksi tersebut para pengunjuk rasa meminta agar eksekusi pemilik rekening gendut Aiptu Labora Sitorus tidak dilaksanakan. Menurut massa jika eksekusi tetap dilakukan akan menimbulkan korban jiwa.

Koordinator aksi, Fredy Fakdawer selain meminta untuk tidak dilakukan eksekusi, pihaknya menginginkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong untuk dapat memfasilitasi, utusan karyawan PT Rotua, agar dapat bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, untuk mengadukan perkara yang dialami Labora Sitorus.

Menurut Fredy, berkas penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Papua maupun aparat penegak hukum lainnya terhadap Labora, penuh dengan tipu muslihat, alias rekayasa. “Kasus Labora Sitorus penuh dengan rekayasa, mulai dari laporan polisi hingga berkas perkara direkayasa oleh penyidik Polda Papua, karena Labora Sitorus tidak pernah diperiksa sebagai tersangka, lalu diputuskan oleh Pengadilan Negeri Sorong, dua tahun penjara, pengadilan tinggi delapan tahun dan 15 tahun. Itu pakai berkas siapa?,” tanya Fredy saat melakukan orasi.

Dalam orasinya, Fredy juga mempertanyakan kepada Kejaksaan Negeri Sorong, alasan apa sehingga pemilik rekening gendut itu, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), padahal, pihak kejaksaan sendiri telah mengetahui jika Labora sedang sakit dan tengah beristirahat dikediamannya.

“Kita pertanyakan, kenapa sampai Kejaksaan Negeri Sorong, tetapkan Labora sebagai DPO, padahal mereka tau dia ada di rumah, jaksa tau itu Labora dimana, mereka juga sering datang ketemu Labora kok,” kata Fredy.

Oleh karena itu Fredy Fakdawer menginginkan agar presiden, dapat membuat tim independen, untuk meninjau kembali perkara Labora Sitorus, sebab, ratusan karyawan PT Rotua, bergantung hidup hanya kepada Labora Sitorus.

Sebelumnya aksi unjuk rasa rencananya akan dilaksanakan di tiga titik yang berbeda, diantaranya Kantor Kejaksaan Negeri Sorong, Kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Sorong dan Kantor DPRD Kota Sorong. Lantaran faktor keamanan, pihak kepolisian meminta agar tidak dilakukan di tempat tersebut.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIT itu, membuat arus lalu lintas arah Rufei dan Tanjung Kasuari macet total. Para pengunjuk rasa yang banyak diikuti kaum wanita dan anak-anakpun serentak meminta agar Labora tidak dieksekusi.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Sorong, Syafrudin S. Riantoby mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi masyarakat, yang menginginkan agar dapat bertemu dengan presiden. Namun sebelumnya, permintaan tersebut akan dirapatkan bersama dengan pimpinan DPRD Kota Sorong dan anggota lainnya. |CR-73

Tinggalkan Balasan