Ilustrasi

Penegak Hukum Diminta Usut Pembangunan Asrama Bintuni di Kota Sorong

SORONG, Cahayapapua.com— Ketua Perhimpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa Teluk Bintuni (P3MTB) Kota Sorong, Abu Bakar Fiawe meminta penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan asrama mahasiswa Bintuni yang terletak di Kota Sorong.

“Pembangunan asrama Bintuni terbengkalai sejak delapan tahun lalu. Tahun 2008 direncanakan, dan sampai sekarang belum rampung.Kita curiga ada dugaan korupsi sehingga perlu diselidiki penegak hukum,” kata Abu Bakar Fiawe kepada Cahaya Papua, Rabu (6/4/2016) sore melalui telepon seluler-nya.

Kata Abu bakar, saat ini di kota Sorong jumlah mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni mencapai ratusan jiwa, namun pemerintah daerah hanya mampu mengontrak tujuh barak per tahun.

“Sebagian besar mahasiswa terpaksa kontrak rumah gunakan biaya kiriman orang tua. Tapi ada saya dengar, kontrak rumah dari pemerintah daerah pun sudah habis sejak November 2015,” ungkap Abu Bakar.

Ia berharap asrama Bintuni dapat segera dibangun Pemkab Teluk Bintuni di kota Sorong, sehingga mengurangi beban pendidikan bagi mahasiswa yang menimba ilmu di kota tersebut.

Hal senada diutarakan Elisabet, rekan Abu bakar. “Kita ada kontak barak yang diisi tiga sampai empat orang. Kasian yang lain tidak dapat bantuan kontrak barak,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun media ini, asrama Bintuni yang terletak di kota Sorong ditaksir pembangunannya mencapai miliaran rupiah. Namun pembangunannya mandek sejak tahun 2009 silam. (NSR)

Tinggalkan Balasan