Ilustrasi. | Ist

Penelusuran Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Kota Sorong

SORONG,CAHAYAPAPUA.com—-

Sejumlah wanita yang bekerja pada panti pijat di Kota Sorong mengatakan mereka juga melayani pria hidung belang yang ingin menikmati jasa seks di kota tersebut. Jasa prostisusi berkedok panti pijat di daerah kepala burung Papua ini dilaporkan meningkat akhir-akhir ini.


Melati, bukan nama sebenarnya, yang bekerja pada sebuah panti pijat di daerah itu, baru-baru ini mengaku ia juga melayani permintaan seks ketika menerima tamu untuk pijat. Namun jasa seks itu menurutnya hanya berlaku kepada pria hidung belang yang meminta. “Selain pijat, saya sering melayani permintaan lelaki, itupun atas permintaan mereka,” kata Melati.

Melati yang tak secara tegas mengakui kalau ia berasal dari Doli ini mengatakan ia mematok biaya antara Rp. 500 ribu – 1 juta kepada pria hidung belang yang meminta jasa seksnya. “Kalau kesepakatan harga tidak tercapai, ya saya hanya pijat saja,” kata dia.

Secara terpisah, pemilik panti pijat, sebut saja mami, mengaku ia memang tahu jika anak buahnya kerap melayani pria hidung belang yang meminta jasa pijat di panti pijat mereka. “Kalau itu pasti (jasa seks), tapi tergantung tamu yang mau dipijit,” ujarnya baru-baru ini. Ia mengaku soal harga menjadi urusan antara anak buahnya dan pria hidung belang yang bersangkutan.

Apakah pantinya memiliki ijin? Mami mengaku ia memiliki ijin yang sah dari Pemerintah Kota Sorong, termasuk serta ijin keramaian dari Polres Sorong Kota. “Ijin itu berlaku tidak selamanya,” kata dia.

Ia juga mengaku sudah mendapat ijin dari Kejaksaan Negeri Sorong. Apakah itu ijin resmi, ia tidak menegaskannya. “Kalau pemerintah ijinnya satu tahun sekali, kalau kepolisian ijinnya enam bulan sekali diperbarui. Saya juga minta ijin dari kejaksaan, tapi saya ga lihatkan to,” kata dia.

Untuk memperlancar dan menjaga keamanan pratek tempat pijat itu, Mami mengaku setiap bulannya memberikan uang keamanan kepada Polres Sorong Kota dan Satpol PP Kota Sorong.

“Saya selalu berikan mereka uang keamanan perbulan. Kalau Polres saya kasih Rp. 300 ribu, Satpol PP 300 ribu, Polsek Sorong Timur 150. Itu harus, biar kalau ada apa-apa mereka yang turun to,” kata Mami.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Sorong Kota AKP. Riswanto mengatakan, akan seluruh informasi tersebut, namun ia mengaku akan lebih dulu berkoordinasi dengan Kapolres Sorong Kota.

Berbeda dengan Riswanto, Kapolsek Sorong Timur AKP. Chandra Ismawanto mengatakan dirinya tak pernah mendapat uang dari panti pijat tersebut, bahkan dia mengaku tak tahu jika ada pemberian uang tiap bulan dari pemilik panti pijat.

Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Sorong, Ridwan Iribaram justru enggan mengomentari hal tersebut. Saat mendengar nama wartawan, Ridwan akhirnya mematikan telepon genggamnya ketika dihubungi. |CR-71

Tinggalkan Balasan