Suasana menjelang pembahasan penetapan harga BBM Industri di Teluk Wondama

Penetapan Harga BBM Industri di Wondama Berlangsung Alot

WONDAMA,CAHAYAPAPUA.com– Penetapan harga Bahan Bakar Minya atau BBM harga industri yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Teluk Wondama di Hotel Darmaji Jalan Wasior Kota, Kamis (11/12) berlangsung alot.

Pertemuan awalnya berjalan lancar dengan pembahasan teknis penentuan harga BBM industri. Namun di akhir pertemuan pelaku usaha BBM industri dan pemerintah daerah berbeda pandangan soal penetapan harga. Pemda bertahan dengan harga Rp 13.000 per liter, sementara pelaku usaha BBM industri bersikukuh di harga Rp 14.000 per liter, atau selisih Rp 1000,-.

La Ode Filu, Agen Minyak Industri yang beroperasi di Distrik Wondiboy usai pertemuan dengan Pemda, berpendapat dirinya bersikukuh dengan harga Rp 14.000 ribu per liter karena patokan harga dimaksud sudah sesuai dengan perhintungan untung dan rugi yang bakal ditanggungnya.

“ Itu sudah sesuai perhitungan kami. Makanya walau belum ada kesepakatan harga dari pemerintah daerah kita naikan Rp 1000. Kita buat begitu karena kalau jual diharga Rp 13.000 per liter, malah kita merugi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Teluk Wondama Toni Marani menilai pengusaha BBM industri telah mencuri start, karena menaikan harga dari Rp. 13.000 menjadi Rp 14.000 per liter secara sepihak.

“Sambil menunggu ketetapan harga secara resmi, kami minta pelaku usaha BBM industri kembali bertahan dengan harga Rp 13.000 per liter. Kami minta pelaku usaha BBM industri bisa legowo menerima keputusan sementara ini,” tegasnya.

Sembari menunggu dan melihat perkembangan harga BBM industri yang dikeluarkan pihak Pertamina, Toni menghimbau agar harga BBM industri yang diberlakukan pemerintah daerah sebesar Rp 13.000 per liter dipatuhi.

“Anggap saja ini sebagai hukuman bagi pelaku usaha BBM industri yang tanpa ada koordinasi naikan harga menjadi Rp 14.000 per liter. Soal keputusan resmi, kita agendakan pertemuan berikut pada Selasa (16/12) depan. Itu kesepakatan yang kami harap bisa dipatuhi pihak – pihak yang berkepentingan,” tandasnya.

Hal senada diutarakan Kapolres Teluk Wondama, AKBP. Djunaidi Mayau, SE yang dimintai komentarnya usai pertemuan. Informasi yang diperoleh pihaknya dari masyarakat, aku kapolres ada pengusaha yang nakal membeli BBM dari APMS Subsidi, namun dijual kembali dengan harga industri. “Itu temuan kami berdasar laporan masyarakat. Saya ingatkan jangan ada yang berbuat demikian, karena jika bermain kotor, sanksi hukumnya berat,” tegas Kapolres.

“Saya harap sebelum ada keputusan resmi, harga BBM industri tetap berada di kisaran harga Rp 13.000,” imbuhnya.

Pantuan media ini hadir pula pada pertemuan ini, Asisten III Setda Kabupaten Teluk Wondama Mariah Kamerop, Kepala Perekda, Kadistrik Wasior, Lurah Wasior, beserta pengusaha BBM industri yang beroperasi di Kabupaten Teluk Wondama.|ADLU RAHARUSUN

Tinggalkan Balasan