Kompleks perkantoran Pemda Teluk Wondama di Isei terlihat dari kejauhan. Foto : CAHAYAPAPUA.com

Pengacara Ini Gugat Bupati Teluk Wondama 5 Miliar Rupiah

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Seorang konsultan hukum Pemda Teluk Wondama, Rustam SH, melayangkan gugatan wanprestasi kepada Bupati Kabupaten Teluk Wondama Albert Torey karena merasa ditipu.

Rustam SH mengaku telah mengajukan gugatan tersebut ke Pengadilan Negeri Manokwari, Jumat (12/11/2014).

Ia mengatakan gugatan dilayangkan karena honor dirinya sebagai konsultan hukum selama 2 tahun mendampingi terdakwa Agus Yulianto dan Theo Rumaseb dalam kasus korupsi Bansos Teluk Wondama tahun 2009, di Pengadilan Tipikor Papua Barat, belum dibayar. Dua terdakwa tersebut saat itu menjabat sebagai pejabat dilingkungan pemda Teluk Wondama.

Padahal menurut pengacara ini, ia pernah menerima sms atau pesan pendek dari Albert Torey, Jumat 29 Agustus 2013, yang isinya memerintahkan Sekda Teluk Wondama untuk membayarkan hak-haknya tersebut. Namun saat bertemu Sekda Teluk Wondama,ia hanya dijanjikan akan dibayar satu hari setelah pertemuan itu. Saat pertemuan itu, ia mengaku Sekda terkait minta nilai honor dikurangi Rp. 100 juta dari Rp. 300 juta. Ia mengaku saat itu menjawab tidak masalah biaya honornya dikurangi.

“Tapi sampai sekarang biaya jasa saya belum dibayar. Padahal uang itu saya mau berikan kepada orang tua untuk merayakan natal dan tahun baru,” kata Rustam saat menghubungi CAHAYAPAPUA.com melalui telepon, Minggu (14/12/2014). “Pesan pendek itu juga sempat saya tunjukkan kepada Sekda.”

Karena kecewa belum dibayar, Rustam akhirnya memutuskan mengajukan gugatan wanprestasi kepada Albert Torey. “Tinggal menunggu sidang,” kata dia.

Lalu berapa nilai gugatan tersebut? “Saya menggugat Rp. Rp 5.510 miliar dengan rincian kerugian materil Rp. 510 juta dan imateril Rp 5 miliar,” kata dia.

Sementara itu, Sekda Teluk Wondama, Jusak Karubuy yang dihubungi CAHAYAPAPUA.com mengatakan, belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh soal gugatan tersebut karena masih perlu melihat isi perjanjian. Pemda menurutnya akan menyediakan waktu untuk memberikan penjelasan di ibukota Teluk Wondama, Wasior. | TAKDIR |DUMA TATO SANDA

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan