Kepala BKPP Teluk Bintuni, Izaac Laukoun.

Pengumuman  pembukaan penerimaan CPNS di Bintuni tunggu format OAP

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pengumuman pembukaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi umum tahun 2014 yang sempat tertunda dan dibuka tahun kembali di 2017 akan segera diinformasikan ke publik. Namun ada persentase perioritas yang sudah ditetapkan dari pusat yakni 60 persen untuk putra- putri asli Papua dan 40 persen dibuka untuk umum. 

“Kriteria untuk orang asli Papua ini perlu cari format yang tepat. Supaya kira -kira orang asli Papua itu seperti apa, karena sampai saat ini belum ada regulasinya. Kalau sudah ada kriterianya, nanti kita akan masukan kedalam pengumuman, sehingga tidak ada timbul persoaalan,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Izaac Laukoun, di gedung DPRD Teluk Bintuni, Km 6, Distrik Bintuni, Kamis (28/9).

Menurut dia, tindak lanjut atas persoalan tersebut,  Pemda Teluk Bintuni bersama 7 kabupaten lain serta Provinsi Papua Barat segera membahas dan menentukan format tersebut.

“Kami belum tahu pake kriteria mana, seperti apakah orang asli papua itu, apa bapak dan ibu orang papua, bapak orang papua, atau ibu orang papua. Apakah tiga syarat itu yang kita masukan, sehingga kuota 60 persen orang papua daftarnya disitu,” ujarnya.

Belum ada ketentuan format tersebut, dia mengatakan menjadi kendala tersendiri khusus di Papua. Namun untuk memutuskan akan disampaikan terlebih dahulu ke kepala daerah, jika setuju pengumuman segera dibuka.

Dia mengatakan seharusnya pengumuman sudah dibuka sejak 26 September – 9 Oktober 2017, tapi karena persoalan ini, pengumuman masih diundur.

“Karena catatan disitu sewaktu-waktu jadwal bisa berubah, jadi tidak masalah. Dan harus dilaporkan ke Menpan. Karena ini ketentuan dari Menpan, dan kriteria ini (orang asli Papua) tidak dikasih dari sana, hanya dikasih 60 persen putra putri Ppaua dan 40 persen umum,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BKPP, mengatakan khusus di Papua Barat ada 8 kabupaten salah satunya Bintuni, dengan jumlah kuotanya 158 lowongan. Adapun formasi yang dibutuhkan, yakni sesuai presentase terbagi menjadi tiga, guru dan kesehatan masing -masing 35 persen. Sedangkan 30 persennya untuk tenaga teknik.

“Kita tinggal menunggu berita dari Menpan, kapan pengumumannya, kapan dan bagaimana tekhnis pelaksanaannya. Itu semua kan dari sana (Menpan),” ujarnya.

Kendati ini formasi umum, namun kata dia bukan untuk tenaga honorer kategori dua (K-2). Karena honorer K -2 sudah terdaftar di Menpan.

“Kalau dia (K-2) mendaftar, namanya di klik muncul disana (pusat), sudah ada disistem jadi tidak bisa. Jadi mereka yang dinyatakan lulus di K-2, mau ikut formasi umum, tidak bisa,” katanya. (art)

Tinggalkan Balasan