Kolam Sisir-Kabupaten Kaimana.

Pengunjung Padati Lokasi Piknik Kolam Sisir

KAIMANA, Cahayapapua.com—— Kolam Sisir yang terletak kurang lebih lima kilometer dari Kota Kaimana kini menjadi destinasi wisata baru masyarakat Kota Kaimana. Pada liburan panjang Idul Fitri kemarin, lokasi wisata yang terletak di tepi jalan penghubung antar kota dan Kampung Marsi ini dipadati ribuan warga. Tempat wisata yang satu ini kian diminati warga karena aksesnya mudah, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun empat dari kota Kaimana.

Pantauan Cahaya Kaimana, lokasi wisata yang sebelumnya hanya diketahui oleh segelintir orang yang kebetulan melintas menggunakan sarana transportasi laut dari Kaimana menuju Sisir, mendadak menjadi ramai, terutama selama liburan Idul Fitri pekan lalu. Tempat ini mulai ramai dikunjungi warga sejak ruas jalan dari Kota Kaimana menuju Kampung Marsi selesai diaspal.

“Karena hanya Kolam Sisir satu-satunya lokasi wisata bahari yang mudah dikunjungi. Selain bisa dikunjungi dengan menggunakan jalan darat, letaknya juga tidak jauh dari kota Kaimana. Ini yang membuat kami masyarakat bisa berkali-kali mengunjungi Kolam Sisir. Tempat lain memang bagus, tapi kan harus lewat laut. Biaya transportasinya terutama untuk kebutuhan BBM selain mahal, juga sulit didapat,” ungkap Alwi, salah satu pengunjung Kolam Sisir ketika ditanya mengapa memilih berkunjung ke Kolam Sisir sementara ada tempat wisata lainnya di Kaimana yang jauh lebih menarik.

Sebelumnya, pada penyampaian catatan dan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah menanggapi Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2015 Bupati Kaimana beberapa waktu lalu, DPRD Kaimana meminta Pemerintah Daerah melakukan penataan sejumlah tempat wisata di Kaimana, salah satunya tempat piknik Kolam Sisir. DPRD juga meminta Pemerintah Daerah menata kembali lokasi wisata Kilo 14 sehingga kedepan bis menjadi alternativ pilihan berwisata masyarakat Kaimana.

Menurut DPRD, untuk lokasi wisata lokal seperti Kilo 14, tempat piknik di Kolam Sisir dan Bantemi, serta Tanjung Simora penanganannya sebaiknya diserahkan kepada Kantor Kebudayaan dan Pariwisata. Sedangkan wisata yang sifatnya besar seperti Teluk Triton, Hiu Paus Erana dan lainnya demikian DPRD, pengelolaannya harus ada strategi khusus untuk mendatangkan investor. Tugas Kantor Kebudayaan dan Pariwisata dalam pengelolaan kawasan wisata besar adalah melakukan promosi-promosi. (ISA)

Tinggalkan Balasan