Pelantikan Pengurus IPP-SBT oleh Ketua Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur, Ismet Inunimahu dan disaksikan Wakil Bupati Manokwari Robert Hammar di Aula Infokom Manokwari, Sabtu, 24 Januari 2015. | CAHAYAPAPUA.com | Rizaldy

Pengurus Pemuda Pelajar SBT Manokwari Dilantik

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Seram Bagian Timur (IPP-SBT) Kabupaten Manokwari menggelar Pelantikan Badan Pengurus.

Pelantikan Badan pengurus yang bertajuk ” Mempererat Rasa Persatuan dan Persaudaraan antar sesama pemuda Pelajar SBT di manokwari itu hadir Wakil Bupati Manokwari dan Ketua Kerukunan Keluarga SBT. Serta para tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda di Kota Manokwari.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan sumpah janji pengurus dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh pengurus dan ketua Kerukunan keluarga seram bagian timur serta disaksikan oleh Wakil Bupati Manokwari.

Dalam Laporan Panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia, M. Saleh Safua menyatakan bahwa IPP-SBT Sebagai Organisasi Kepemudaan, merupakan organisasi yang lahir dari sebuah proses kesadaran generasi muda seram dalam menyikapi tantangan dinamika perubahan social, politik, ekonomi dan keamanan serta perubahan pola budaya, sehingga sebagai organisasi cultural IPP-SBT selalu menjunjung kearifan local dan selalu menjunjung tinggi persaudaraan.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum IPP-SBT Rahman Kasongat meminta kepada para sesepu dan juga kepada pemerintah untuk dapat berpartisipasi dalam memberikan kontribusi positif bagi tumbuh kembangnya organisasi yang baru terbentuk itu.

Dalam arahan singkatnya Wakil Bupati Manokwari, DR. Robert K. R. Hammar meminta pengurus yang baru di lantik agar benar-benar serius menjalankan organisasi dan juga benar -benar memainkan perannya sebagai Agent Of Cange atau agen perubahan dan sebagai sosial control secara maksimal, sehingga dapat turut berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Manokwari.

Wakil Bupati juga memberikan bantuan secara pribadi berupa 1 unit computer dan uang tunai sebesar Rp. 10 juta sebagai modal awal bagi organisasi untuk menjalankan proses-proses organisasi. |RIZALDY

Tinggalkan Balasan