Pilkada serentak 2015

Pengurus Tak Serius, Golkar dan Demokrat Jadi Penonton di Pilkada Wondama

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Partai Demokrat dan Golkar kehilangan haknya untuk mengusung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Pilkada serentak 2015 di Kabupaten Teluk Wondama.

Kedua partai itu terpaksa hanya menjadi penonton lantaran sampai dengan batas akhir pendaftaran, tidak mengajukan calon sendiri ataupun berkoalisi dengan parpol lain untuk mendukung salah satu pasangan kandidat.

Lebih mirisnya lagi, panji-panji kedua parpol itu tidak diperkenankan untuk dibawa atau dikibarkan dalam setiap kegiatan Pilkada. Realitas tersebut tidak saja mencoreng wibawa partai tetapi juga menjadi hal yang memalukan, mengingat Demokrat dan Golkar adalah parpol yang telah memiliki nama besar.

Ketidakbecusan para pengurus dituding menjadi biang kerok utama gagalnya Demokrat dan Golkar menjadi peserta Pilkada serentak. Para pengurus juga dinilai hanya mengutamakan kepentingan politik pribadi sehingga mengabaikan kewajiban membesarkan partai.

“Pengurus tidak serius, tidak sungguh-sungguh bekerja. Sudah begini baru sekarang baru kita mau dukung kandidat lain. Itu kita hanya sekedar tutup malu karena secara lembaga kita sudah tidak diakui (sebagai peserta Pilkada, “ kata Ketua Dewan Pertimbangan DPC Partai Demokrat Teluk Wondama, Bob Warinussy, Sabtu (26/9/2015) di Manokwari.

Menurut mantan Ketua DPRD Teluk Wondama ini mengkritik pengurus DPC Demokrat Wondama yang dinilainya tidak terbuka sejak dari tahap penjaringan sampai dengan menentukan kader atau pasangan mana yang akan diusung.

“Mereka tidak sungguh-sungguh menjalankan amanat partai. Tidak mampu membangun koalisi sehingga tidak bisa mendukung calon. Ini jelas menurunkan citra Demokrat sebagai partai besar. Ini juga bisa membuat partai Demokrat terancam kehilangan pengaruh di Wondama, “ sesal Warinussy.

Secara terpisah, tokoh senior partai Golkar Teluk Wondama Fredi Jhon Marani juga sangat menyesalkan kegagalan partai beringin itu untuk mengusung pasangan calon dalam Pilkada.

Sebagai partai yang sudah sangat berpengalaman dalam Pemilu, hal seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi. Dia menuding, ada oknum-oknum internal pengurus yang main mata dengan pengurus DPD I Golkar Papua Barat untuk mendukung pasangan calon yang menjadi pilihan mereka.

Wakil Ketua DPD Golkar Teluk Wondama Bidang Pemenangan Pemilu ini juga menyesalkan sikap lamban dari Ketua DPD II Golkar Teluk Wondama dalam memutuskan apakah mengajukan kader sendiri sebagai calon atau berkoalisi untuk mengusung pasangan calon lain.

“Sekarang atribut partai Golkar diturunkan oleh Panwas karena tidak berhak mengusulkan calon. Ini benar-benar memalukan dan sangat disayangkan, masa partai sebesar Golkar dia punya panji tidak berkibar dalam Pilkada, “ ucap mantan anggota DPRD Wondama 2 periode itu.|ZACK TONU BALA