Ilustrasi. Foto : Bisnisaceh

Pengusaha kesal, janji bodong politikus soal proyek ternyata sudah digarap TNI

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sejumlah pengusaha asal Kota Sorong mengaku akan mempolisikan oknum pimpinan DPD PDI-P Provinsi Papua Barat berinisial YW. Ini berkaitan dengan janji proyek cetak sawah politisi ini kepada mereka beberapa bulan lalu.

Salah satu pengusaha, Raymond J Homersaat, mengatakan janji tersebut disampaikan YW dalam kapasitasnya sebagai ketua partai. “ Dia menjanjikan proyek cetak sawah dibeberapa daerah. Ternyata pekerjaan itu sudah lama dikerjakan oleh TNI, sementara kita menunggu tanpa ada hasil,” ujar Raymond.

Niat untuk mempolisikan YW, sambung Raymond, sebenarnya tak ingin diungkap pihaknya ke media massa. Hanya saja, upaya menagih janji dan membangun komunikasi dengan YW selalu menemui jalan buntu: tak mendapat tanggapan.

“Kita sudah hubungi melalui telpon, pesan singkat SMS hingga whatsapp. Kamijuga sudah mendatangi rumahnya namun tidak merespon. Jika nanti upaya lewat media ini tidak ditanggapi maka pilihan kami hanya satu, melapor ke polisi,” sebutnya.

Ia merinci bahwa pada April lalu berdasar janji YW, para pengusaha mengumpulkan uang sekitar 100 juta rupiah yang kemudian disetor kepada YW dengan harapan proyek yang dijanjikan bakal terealisasi.

“Yang diminta sekitar dua hingga tiga ratus juta.Namun yang kita sanggupi hanya seratus juta. Uangnya kita berikan secara bertahap,” ungkapnya.

Soal bukti setoran, Raymond menyebut bahwa kwitansi setoran dipegang oleh YW. Namun pihaknya memiliki beberapa saksi sejumlah pengusaha serta beberapa pengurus PDI P Kabupaten Maybrat yang hadir menyaksikan penyerahan uang tersebut.

Hal senada juga disampaikan Yoel Arney, salah satu kontraktor yang dijanjikan proyek tersebut. “Kami dijanjikan proyek dengan kapasitas beliau sebagai ketua partai penguasa. Katanya, paling lambat, satu bulan sudah terealisasi. Ternyata molor hingga sekarang,” kata Yoel.

Upaya konfirmasi telah dikaukan media ini dengan cara menghubungi YW,  Minggu (27/8) melalui telepon seluler maupun pesan singkat. YW belum memberi konfirmasi atas keterangan para pengusaha tersebut. (mar)

Tinggalkan Balasan