Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
Penjual buah diperdaya oknum guru - Cahaya Papua
Sisil, pedagang buah yang diperdaya oknum guru.

Penjual buah diperdaya oknum guru

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sisil (49), pedagang buah di Pasar Wosi bernasib apes. Dia diperdaya oknum guru dengan cara menandatangani nota pembelian tanpa melakukan transaksi jual beli.

Kepada Cahaya Papua, Senin (29/5) ibu berperawakan kecil ini mengaku, terpaksa menantangani nota pembelian sebanyak lima lembar, karena dipaksa sang guru nakal tersebut.

“Saya sebenarnya tidak mau tandatangan nota itu, tapi dipaksa karena dia pelanggan yang sering datang membeli,” katanya memulai cerita.

Sisil mengaku oknum guru tersebut awalnya memesan 12 buah semangka seharga 35 ribu/ buah.  Buah itu hendak diberikan kepada siswanya. Namun sebelum transaksi berlangsung, dia disodori nota sebanyak lima lembar untuk ditandatangani sebagai pertanggungjawaban.

Kenyataannya  nota sudah ditandatangani tetapi buah tak jadi dibeli. “Saya dibilang simpan dulu buahnya. Nanti baru diambil, tunggu punya tunggu sampai buah busuk guru tersebut tidak datang mengambil buahnya,” kisah Sisil kecewa.

Atas insiden ini, dia pun berharap instansi terkait jeli melihat laporan pertanggungjawaban yang disodori oknum guru tersebut.

“Saya berharap dinas terkait memperhatikan hal ini, supaya jangan sampai ada penyelewengan atau penyalahgunaan keuangan,” tukasnya. (cr78)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: