Kantor Dinas Sosial Manokwari yang terlihat sepi aktivitas akibat dipalang, Selasa (1/11). Tuna Netra Mandiri Manokwari mendesak bupati Manokwari mencopot Plt Kadis Sosial Manokwari.
Kantor Dinas Sosial Manokwari yang terlihat sepi aktivitas akibat dipalang, Selasa (1/11). Tuna Netra Mandiri Manokwari mendesak bupati Manokwari mencopot Plt Kadis Sosial Manokwari.

Penyandang Disabilitas Palang Kantor Dinsos Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Ketua Tuna Netra Mandiri Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Hofni Mofu, mengatakan, terpaksa memalang kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Manokwari, karena hingga saat ini bantuan yang dijanjikan tak kunjung direalisasikan.

“Kita selalu dijanjikan, tapi tak pernah ada realisasinya. Terpaksa kita buat aksi palang kantor dinsos,” aku Hofni Mofu saat ditemui Cahaya Papua di sekretariat PPCDI Sanggeng, Selasa (1/11/2016). Kantor Dinsos Manokwari palang Senin malam (31/10) sekitar pukul 19.00 WIT.

Kata Hofni Mofu, kedatangan Presiden RI Joko Widodo bersama  Ibu Mensos RI tanggal 4 April 2015 lalu, sekaligus menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada penyandang disabilitas.

Hanya saja, hingga saat ini dua kartu saksi tersebut belum juga bertuah alias belum bisa meringankan beban hidup  yang dihadapi penyandang disabilitas di daerah ini.“ Kelompok tuna netra dan penyandang disablitas selalu dijanjikan, tapi sampai tahun 2016  dana belum juga dikucurkan,” kesalnya .

Ia berharap tindakan yang dilakukan ini (palang,red.) dapat disikapi serius bupati Manokwari. Yakni menempatkan pejabat kepala dinas sosial devinitif  yang peduli terhadap nasib para penyandang disabilitas.

Hal senada diutarakan, perwakilan penyandang disablitas, Titus Saroy. Ia mengaku sudah mengikuti pendataan selama dua kali pada tahun 2015 dan 2016, namun belum juga ada perhatian riil dari pemerintah daerah.

“Selama ini kami hanya sebagai objek. Terus terang kami kecewa, makanya dilampiaskan dengan palang kantor Dinsos,” ujarnya terlihat sedih.

Pelaksana harian  Kepala Dinas Sosial kabupaten Manokwari, Matius Towansiba nampak menyambut baik aksi demo penyandang disabilitas. Dia pun perintahkan kepala bidang di satuan kerjanya untuk menjelaskan dinamika yang terjadi sehingga bantuan belum juga dikucurkan.

“Protes ini buntut dari kekecewaan  penyandang disablitas.Saya akan tindaklanjut ke Pak bupati soal ini guna mencari solusi atas tuntutan mereka,” ucapnya.

Hofni Mofu secara tegas juga meminta bupati segera mencopot Plt.Kepala Dinas Sosial dan Kesejahteraan Sosial dan mengantinya dengan pejabat baru.

Menurut Hofni selain sulit ditemui, Kadinsos Manokwari sudah lama dijabat oleh plt. “Kami harapkan ada tindaklanjut dari orang nomor satu yakni bapak bupati untuk segera menunjuk kepala dinas devinitif, karena selama Bupati Bastian Salabai hingga saat ini belum ada kepala dinas devinitif,” tegasnya.

Dirinya berharap dapat menunjuk kadis definitif  yang benar-benar punya hati untuk kaum disabilitas yang jika ditotalkan mencapai angka ratusan ini. “Tugas dan fungsi Dinas Sosial di setiap daerah adalah memperhatian kondisi sosial serta penyandang disabilitas yang membutuhkan sentuhan pelayanan pemerintah  seperti yang dilakukan oleh bupati terdahulu Dominggus Mandacan dalam dua periode kepemimpinannya,” tutup Hofni. (YOS/ACS)

Tinggalkan Balasan