Anggota komunitas Islam di Sydney

Penyanderaan di Sydney Bisa Memicu Intoleransi

SYDNEY,CAHAYAPAPUA.com– Komunitas Muslim di Sydney mengatakan, mereka sangat terkejut atas insiden pengepungan Kafe Lindt dan sangat prihatin terhadap sejumlah individu yang menggunakan agama sebagai tameng ‘agenda politik sesat’ mereka.

Aftab Malik dari Aliansi Peradaban PBB, yang juga bekerja di Asosiasi Muslim Lebanon di Sydney, mengatakan, ia terkejut dengan apa yang telah terjadi.

“Saya merasa komunitas Muslim telah menghadapi serangkaian peristiwa malang,” utaranya seperti dikutip Portal Radio Australia, ABC News, sesaat lalu.

“Seperti halnya orang lain, mereka sangat prihatin bagaimana, lagi-lagi, iman mereka telah diseret ke lembah hitam oleh sekelompok anak muda yang tak mewakili siapa pun kecuali diri mereka sendiri,” tambahnya.

Aftab mengatakan, komunitas Muslim dan masyarakat yang lebih luas menunggu kejelasan lebih lanjut atas peristiwa ini.

“Kami punya lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban, dan kami harus bersabar dan membiarkan fakta yang pahit muncul terlebih dahulu, kesimpulan apapun dibuat,” katanya.

Ia menyambung, “Kami perlu untuk menghindari spekulasi liar dan menggunakan bahasa yang sensitif untuk menghindari ketegangan yang meningkat.”

Aftab mengutarakan, bendera hitam yang digunakan dalam penyanderaan mengandung kalimat syahadat.

“Secara harfiah, syahadat berarti kesaksian iman dan Muslim percaya, hal itu adalah kebenaran hakiki. Penyandera menggunakan realitas spiritual yang sangat kuat dan menyalahgunakannya untuk agenda-agenda politik sesat mereka,” jelas Aftab.

Ia menambahkan, “Apa yang kami lihat adalah sekelompok orang yang mencoba untuk membuat Islam menjadi identik dengan barbarisme dan kematian.”

Perparah Intoleransi

Warga Sydney, Arman Rahman, mengatakan, ia merasa ngeri ketika mendengar berita pagi (15/12) ini. ia berharap agar masyarakat luas tak akan menarget atau menghakimi Muslim Australia atas apa yang terjadi hari ini.

“Sebagai hasilnya, ada kemungkinan intoleransi akan muncul,” katanya.

Warga Sydney lainnya mengatakan, tindakan sekelompok individu di Martin Place itu tidak mewakili orang-orang beragama Islam.

“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang. Agama Islam tidak mengijinkan tindakan semacam itu, jadi apa yang bisa saya katakana, bahwa hal itu benar-benar salah. Seharusnya tidak dilakukan,” ucapnya.

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

Tinggalkan Balasan