Ribuan botol minuman beralkohol 2 jenis (vodka robinson dan black label) yang diamankan Polres Manokwari saat hendak dipindahkan dari truk berbeda di kompleks Maripi, Sowi, Senin (28/11).
Ribuan botol minuman beralkohol 2 jenis (vodka robinson dan black label) yang diamankan Polres Manokwari saat hendak dipindahkan dari truk berbeda di kompleks Maripi, Sowi, Senin (28/11).

Penyelundupan Satu Truk Miras Digagalkan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Tim khusus Kepolisian Resor Manokwari kembali menggagalkan penyelundupan ribuan botol minuman keras (Miras) asal Sorong, Senin (28/11). Miras sebanyak satu truk itu sebelumnya dimasukan ke Manokwari melalui jalur laut.

Kasat Narkoba Polres Manokwari Ipda Nirwan Fakaubun mengatakan, ribuan botol miras tersebut masuk Manokwari melalui jalur laut dengan berlabuh di Pantai Masni SP 11. Setelah itu diangkut menggunakan truk dengan nomor polisi PB 9635 MR menuju Kota Manokwari.

“Setelah berhasil bongkar di Pantai Masni, Miras ini dibawa menuju Kota Manokwari menggunakan truk. Tim yang sejak awal mendapatkan informasi, sekitar pukul 17.00 WIT berhasil mencegat di kompleks Maripi Sowi saat mereka hendak memindahakannya ke truk lain,” ungkap Nirwan.

Nirwan mengatakan dari ribuan botol Miras tersebut, terdapat 7 botol jenis black label dan selebihnya jenis vodka robinson 250 mili liter sebanyak 1560 botol yang dikemas dalam 65 karton, yang dibungkus rapi plastik hitam.

Kepolisian dalam kasus ini sebut dia mengamankan tiga orang pelaku yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya adalah seorang nelayan, supir truk dan MAS orang yang diduga pemilik cairan haram tersebut.

“Nelayan ini berinisial M yang mengangkut dari Sorong ke Pantas Masni SP 11 dan MAS ini diduga pemilik dan HH supir sekaligus yang siap mengedarkan,” beber Nirwan.

Namun saat ditanya keterlibatan pihak pemodal dari tiga tersangka ini, mengingat sebelumnya pada kasus yang serupa Polres Manokwari menggagalkan puluhan ribu Miras melalui jalur laut dengan menggunakan kontainer, Nirwan menjawab sejauh ini para pelaku merupakan pelaku tunggal dan pemain baru.

“Dari hasil penyidikan kami dan data yang kita pegang belum sampai kesitu dan mereka (pelaku) ini pemain baru di Manokwari,” terangnya.

Dikatakan Nirwan, dari ribuan Miras ini, kalau berhasil dipasarkan, dapat menghasilkan keuntungan ratusan juta rupiah.

Terkait sanksi hukum yang dikenakan tehadap pelaku ia mengatakan mereka dijerat tindak pidana ringan dengan pasal 28 Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2006. “Mereka semua bisa dikatakan pemasok, pengedar penjual yaitu denda tiga bulan kurungan dan denda Rp 30 juta,” katanya.

Nirwan mengakui bahwa Perda Miras Manokwari tidak memberikan efek jera bagi pelaku penyelundupan pengedar dan penjual miras sehingga mendorong Pemda mempekuat Perda tersebut.

“Tapi kita tidak akan pernah memberi ruang pelaku-pleaku ini memasok dan mengedar barang ini. Saya berharap Perda Miras Manokwari ini harus direvisi agar membuat efek jera kepada pelakunya,” pungkasnya. (MAR)

Tinggalkan Balasan